Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengidentifikasi Teori Konspirasi: Ciri dan Cara Membedakannya

Kompas.com - 04/08/2022, 18:27 WIB
Rosy Dewi Arianti Saptoyo,
Bayu Galih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pada mulanya hanyalah unggahan di media sosial, tetapi narasi-narasi keliru yang berkembang bisa berujung menyesatkan dan berbahaya.

Dengan demikian, penting untuk mengidentifikasi teori konspirasi agar informasi yang didapat secara online tidak menjauhkan kita dari realitas.

Teori konspirasi secara spesifik menargetkan atau mendiskreditkan hal tertentu yang dianggap sebagai musuh besar atau ancaman di balik sebuah peristiwa.

Dilansir dari laman resmi Uni Eropa, orang yang menyebarkan teori konspirasi memiliki berbagai alasan. Sebagian besar dari mereka percaya teori itu benar.

Sebagian lainnya memang dengan sengaja memprovokasi, memanipulasi, atau menargetkan orang karena alasan politik atau uang.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi teori konspirasi:

Pengertian dan kesamaan pola

Teori konspirasi adalah keyakinan bahwa peristiwa atau situasi tertentu terjadi karena dimanupulasi secara rahasia atau di belakang layar, oleh sosok atau kekuatan tertentu yang bersifat negatif.

Kemunculan teori ini sering disertai penjelasan yang seolah logis, sulit dipahami, dan membawa titik terang semu. Padahal, tidak ada yang terbukti kebenarannya.

Awal kemunculannya bisa bersumber dari rasa curiga atau pertanyaan mengenai siapa yang paling diuntungkan dari situasi atau peristiwa yang terjadi. Informasi ala kadarnya dianggap sebagai 'bukti' yang kemudian dipaksakan agar sesuai dengan teori.

Ketika sudah mengakar, teori konspirasi dapat berkembang pesat. Hal ini pun menjadi sulit dibantah karena ketika ada pihak yang menyajikan faktanya, mereka akan dituduh sebagai bagian dari rencana jahat.

Berikut beberapa kesamaan pola dalam teori konspirasi:

  • Bersifat dugaan, disertai plot rahasia
  • Disebarkan oleh kelompok konspirator
  • Menyertakan 'bukti' yang seolah mendukung teori mereka
  • Secara keliru mengeklaim bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan dan semua hal terhubung
  • Membatasi bahwa dunia hanya ada dua kubu, baik dan jahat
  • Mengkambinghitamkan orang atau kelompok tertentu

Mengetahui ciri teori konspirasi

Setiap orang memang memiliki hak dalam berekspresi dan mengungkapkan pendapatnya. Namun, penting bagi kita untuk membedakan mana yang dapat dimaklumi dan mana teori konspirasi berbahaya.

1. Lihat siapa yang menyebar atau yang menulisnya

Apabila sebuah teori atau narasi bersumber dari sosok yang memiliki kualifikasi dan kredensial sesuai topik, maka pendapatnya dapat dipertimbangkan.

Begitu pula dengan penulis yang menggunakan fakta dan bukti yang dapat diverifikasi dari penelitian ilmiah atau secara akademis.

Sementara, teori konspirasi kerap bersumber dari seseorang yang memplokamirkan diri sebagai ahli dan tidak terikat pada organisasi atau institusi terkemuka.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[KLARIFIKASI] Gambar Lumba-Lumba 'Pink' Dibuat dengan AI

[KLARIFIKASI] Gambar Lumba-Lumba "Pink" Dibuat dengan AI

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Tidak Benar YouTube Putar Ulang Iklan jika Pengguna Tak Menatap Layar

INFOGRAFIK: Tidak Benar YouTube Putar Ulang Iklan jika Pengguna Tak Menatap Layar

Hoaks atau Fakta
Apple Tidak Mengumumkan FaceTime Berbayar

Apple Tidak Mengumumkan FaceTime Berbayar

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Pekerja Membangun Piramida di Mesir

[HOAKS] Foto Pekerja Membangun Piramida di Mesir

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Sejarah Pengembangan F-117 Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama

INFOGRAFIK: Sejarah Pengembangan F-117 Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pemain Liverpool Virgil van Dijk Siap Bela Timnas Indonesia

[HOAKS] Pemain Liverpool Virgil van Dijk Siap Bela Timnas Indonesia

Hoaks atau Fakta
Gempa yang Mencairkan Relasi Iran dengan Barat...

Gempa yang Mencairkan Relasi Iran dengan Barat...

Sejarah dan Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Kuliah di Eropa Utara Gratis karena Pajak 70 Persen?

CEK FAKTA: Benarkah Kuliah di Eropa Utara Gratis karena Pajak 70 Persen?

Hoaks atau Fakta
Lima Puluh Empat Tahun Lalu, Presiden Soekarno Wafat

Lima Puluh Empat Tahun Lalu, Presiden Soekarno Wafat

Sejarah dan Fakta
Pakar PBB Sebut Pemasok Senjata untuk Israel Berisiko Langgar HAM

Pakar PBB Sebut Pemasok Senjata untuk Israel Berisiko Langgar HAM

Data dan Fakta
[HOAKS] Gebyar Undian Mengatasnamakan Bank Lampung

[HOAKS] Gebyar Undian Mengatasnamakan Bank Lampung

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Informasi Keliru soal Kematian Joe Biden pada 2018

CEK FAKTA: Informasi Keliru soal Kematian Joe Biden pada 2018

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Presiden dan Kapolri Tetapkan 4 Polisi Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

[HOAKS] Presiden dan Kapolri Tetapkan 4 Polisi Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Huruf Y Akan Dihapus dari Alfabet

[HOAKS] Huruf Y Akan Dihapus dari Alfabet

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Manipulasi Foto Zelensky dan Istrinya Berpose dengan Tumpukan Uang

[VIDEO] Manipulasi Foto Zelensky dan Istrinya Berpose dengan Tumpukan Uang

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com