[HOAKS] Perubahan Biaya Transaksi BRI Rp 150.000

Kompas.com - 14/05/2022, 15:30 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar surat dan tautan di media sosial mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Surat dan tautan tersebut menginformasikan mengenai perubahan tarif transasksi BRI menjadi Rp 150.000.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar

Informasi perubahan biaya transaksi BRI menjadi Rp 150.000 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

Pada tangkapan layar surat dan tautan yang beredar disebutkan biaya adminitrasi ATM BRI tidak lagi dikenakan Rp 6.500 per transaksi, melainkan Rp 150.000 per bulan dengan unlimited transaksi. Biaya Rp 150.000 akan diambil melalui autodebet rekening tabungan.

Disebutkan, jika penerima surat tidak memberikan konfirmasi, maka akan ada penagihan setiap bulannya secara otomatis.

Berikut narasi pada surat yang beredar:

Bapak/ibu
Nasabah yang tehormat:

Sehubungan Adanya pembaharuan dari layanan Bank BRI, untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan nasabah Bertransaksi dari Bank BRI mobile/interet banking.
Mulai nanti malam ketika pergantian hari dan tanggal, Untuk seluruh biaya transaksi diubah menjadi biaya bulanan, Untuk biaya transaksi yang lama Rp 6.500/pertransaksi, di ganti dengan Biaya yang baru Rp 150.000/perbulan (Autodebit dari rekening tabungan), Unlimited transaksi.

Untuk perubahan skema tarif dalam tahapan perbobaan untuk 6 bulan kedepan, Dengan ini kepada Bpk/ibu Nasabah bank BRI untuk PERSETUJUANNYA, ataupun Konformasinya disini nasabah:
1. Apakah setuju dengan Tarif baru perbulan Rp150.000, Atau
2. Jika tidak setuju, Dan tetap mau menggunakan Tarif yang lama Rp6.500/peetransaksi dikarenakan jarang bertransaksi. Dan Untuk konfirmasi silakan isi formulir yang dikirimkan. Pastikan semua data di isi semua dengan benar.

N:B Jika Bapak/ibu tidak ada KONFIRMASI Maka dianggap SETUJU. Ada penagihan setiap bulannya Rp 150.000, dari rekening tabungan BRInya. Adanya transaksi atau tidak tetap akan di potong.

TERIMA KASIH.

Tangkapan layar unggahan hoaks di sebuah akun Facebook, soal surat dan tautan yang menginformasikan perubahan biaya transaksi BRI menjadi Rp 150.000.akun Facebook Tangkapan layar unggahan hoaks di sebuah akun Facebook, soal surat dan tautan yang menginformasikan perubahan biaya transaksi BRI menjadi Rp 150.000.

Penelusuran Kompas.com

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto menegaskan bahwa informasi itu hoaks.

Pihaknya memastikan biaya administrasi di BRI tetap dikenakan Rp 6.500 per transaksi.

"Terkait dengan beredarnya informasi yang mengatasnamakan BRI tersebut, hal ini dipastikan tidak benar," ujar Aestika Oryza Gunarto dikutp dari Kompas.com, Kamis (12/5/2022).

Dia mengimbau kepada nasabah BRI agar mewaspadai segala bentuk modus penipuan dan kejahatan perbankan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Jangan menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan apa pun kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

"Termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, dan password internet banking, OTP, dsb) melalui tautan atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Aestika.

Penting diketahui, informasi resmi dapat diakses di laman https://bro.co.id, Instagram @bankbri_id, Twitter bankbri_id, Facebook Bank BRI, dan Youtube Bank BRI.

Untuk memastikan informasi lebih pasti, nasabah juga bisa mengunjungi kantor BRI terdekat atau menghubungi call center BRI 14017 atau 1500017.

Kesimpulan

Surat dan tautan yang menginformasikan perubahan biaya transaksi BRI menjadi Rp 150.000 adalah hoaks.

Surat dan tautan tersebut bukan dari pihak BNI.

Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi dan perbankan kepada pihak lain atau yang mengatasnamakan BRI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Hiu Berjumbai Hidup 80 Juta Tahun Ditemukan pada 2007

[HOAKS] Hiu Berjumbai Hidup 80 Juta Tahun Ditemukan pada 2007

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Mengenal Penjara Alcatraz yang Kini Menjadi Lokasi Wisata

INFOGRAFIK: Mengenal Penjara Alcatraz yang Kini Menjadi Lokasi Wisata

Sejarah dan Fakta
Benjamin Banneker, Ahli Matematika dan Astronom Kulit Hitam yang Berjuang Lawan Perbudakan

Benjamin Banneker, Ahli Matematika dan Astronom Kulit Hitam yang Berjuang Lawan Perbudakan

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Mengenal Pantai Maho, yang Begitu Dekat Lokasi Pesawat Mendarat

INFOGRAFIK: Mengenal Pantai Maho, yang Begitu Dekat Lokasi Pesawat Mendarat

Data dan Fakta
Muncul Hoaks Telah Diusir Rusia, WHO Tetap Berkantor di Moskwa

Muncul Hoaks Telah Diusir Rusia, WHO Tetap Berkantor di Moskwa

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Luhut Minta Kabareskrim Usut Tuntas Kasus Brigadir J

[KLARIFIKASI] Luhut Minta Kabareskrim Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah 12 Juta Orang Meninggal karena Vaksin Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah 12 Juta Orang Meninggal karena Vaksin Covid-19?

Hoaks atau Fakta
Tingkat Kehilangan Hutan Primer Indonesia Turun 5 Tahun Berturut-turut

Tingkat Kehilangan Hutan Primer Indonesia Turun 5 Tahun Berturut-turut

Data dan Fakta
Mengenang Kudeta Militer yang Dibantu CIA terhadap PM Iran Mossadegh

Mengenang Kudeta Militer yang Dibantu CIA terhadap PM Iran Mossadegh

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Kecelakaan Bus Rombongan Paskibraka

[HOAKS] Kecelakaan Bus Rombongan Paskibraka

Hoaks atau Fakta
Benarkah Mencairnya Es di Kutub Tidak Berdampak pada Permukaan Laut?

Benarkah Mencairnya Es di Kutub Tidak Berdampak pada Permukaan Laut?

Hoaks atau Fakta
Polisi Brasil Minta MA Mendakwa Bolsonaro karena Disinformasi Covid-19

Polisi Brasil Minta MA Mendakwa Bolsonaro karena Disinformasi Covid-19

Data dan Fakta
[HOAKS] Upacara HUT ke-77 RI di Monas Tidak Diliput TV Nasional

[HOAKS] Upacara HUT ke-77 RI di Monas Tidak Diliput TV Nasional

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Misinformasi, Anak SD Rusia Nyanyikan 'Indonesia Raya' Saat HUT ke-77 RI

INFOGRAFIK: Misinformasi, Anak SD Rusia Nyanyikan "Indonesia Raya" Saat HUT ke-77 RI

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Ferdy Sambo Dipindahkan ke Sel Tahanan Nusakambangan

[HOAKS] Ferdy Sambo Dipindahkan ke Sel Tahanan Nusakambangan

Hoaks atau Fakta
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.