[HOAKS] Ranking dan Peringkat Sayuran Antikanker dari IPB

Kompas.com - 04/04/2022, 15:41 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar informasi di media sosial Facebook mengenai ranking atau peringkat sayuran antikanker.

Sayuran-sayuran dalam daftar tersebut diklaim memiliki manfaat ampuh dalam menangkal penyakit kanker.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar.

Informasi itu merupakan hoaks berulang yang beredar beberapa waktu lalu dengan mencatut nama Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Narasi yang beredar

Informasi ranking sayuran antikanker dibagikan di Facebook oleh akun ini, ini, dan ini.

Berikut narasi yang dibagikan:

HIDUP JENGKOL

Informasi dari Ikatan Dosen Republik Indonesia Rumpun Biologi

*INSTITUT PENCEGAHAN KANKER* *MENGUMUMKAN RANKING SAYURAN ANTI KANKER

01: JENGKOL 99.8%
02: UBI JALAR DIMASAK 98.7%
03: UBI JALAR MENTAH. 94.4%
04: ASPARAGUS. 93.9 %
05: BROCCOLI, 92.8%
06: KUBIS/CABBAGE. 91.4%
07: KEMBANG KOL. 90.8%
08: SELEDRI. 83.7%
09: TERONG. 74.0%
10: PAPRICA. 55.5%
11: WORTEL. 46.5%
12: GOLDEN CAULIFLOWER/KMBG KOL 37.6%
13: CAPSELLA/SHEPHERD'S PURSE 35,4%
14: KOL/KOHLRABI. 34.7%
15: MUSTARD. 32.9%
16: BRASSICA JUNCEA. 29.8%
17: TOMAT. 23.8%

Hoaks, ranking sayuran antikankerScreenshot Hoaks, ranking sayuran antikanker

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com mencoba memverifikasi kebenaran informasi tersebut dengan menelusuri kata kunci "ranking sayuran antikanker" menggunakan Google Search.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi yang menyebutkan ranking sayuran antikanker sudah pernah beredar di internet.

Sebelumnya, informasi ini beredar dengan mencatut nama Institut Pertanian Bogor (IPB).

Unggahan hoaks rangking sayur anti-kanker yang dikeluarkan oleh IPB Unggahan hoaks rangking sayur anti-kanker yang dikeluarkan oleh IPB

Dilansir dari Kompas.com, 22 Oktober 2021, Kepala Bagian Humas IPB Siti Nuryati menyatakan, IPB tak pernah mengeluarkan daftar peringkat sayuran antikanker.

"Ini hoaks. Kami tidak keluarkan informasi ini," kata Nuryati.

Sementara itu, Pakar Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Inge Permadi mengatakan, pada dasarnya semua buah dan sayur memiliki manfaat masing-masing.

"Karena setiap buah sayur pasti mempunyai kandungan khas zat gizi tertentu," kata Inge saat dihubungi secara terpisah.

Meski demikian, mengonsumsi sayur dan buah sebaiknya bervariasi, bukan hanya satu jenis.

"Tapi tidak bisa kalau cuma makan jengkol doang terus terhindar kanker. Itu akan menjadi lebih baik kalau dimakannya bermacam-macam, gabungan," ucap dia.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi yang menyebutkan ranking sayuran antikanker adalah hoaks.

Informasi itu adalah hoaks berulang yang sudah pernah beredar sebelumnya dengan mencatut nama Institut Pertanian Bogor (IBB).

Pihak IPB telah menegaskan bahwa mereka tak pernah mengeluarkan informasi terkait ranking sayuran antikanker.

Sementara itu, ahli kesehatan mengatakan bahwa mengonsumsi satu jenis sayuran saja tidak akan membuat seseorang terhindar dari penyakit kanker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isu Piring Terbang Jatuh di Roswell, Menghebohkan AS Sejak 1947

Isu Piring Terbang Jatuh di Roswell, Menghebohkan AS Sejak 1947

Sejarah dan Fakta
Angka Penularan PMK Tinggi, Berikut Cara Penanganannya

Angka Penularan PMK Tinggi, Berikut Cara Penanganannya

Data dan Fakta
Beredar Video Hoaks tentang Pengungsi Ukraina Bakar Rumah Pengungsian

Beredar Video Hoaks tentang Pengungsi Ukraina Bakar Rumah Pengungsian

Hoaks atau Fakta
Mengenang George Orwell, Penulis Kisah Pemerintah Totalitarian yang Awasi Rakyatnya

Mengenang George Orwell, Penulis Kisah Pemerintah Totalitarian yang Awasi Rakyatnya

Sejarah dan Fakta
Ketika Elon Musk Ikut Menyebarkan Misinformasi Harga Bensin di 7-Eleven...

Ketika Elon Musk Ikut Menyebarkan Misinformasi Harga Bensin di 7-Eleven...

Hoaks atau Fakta
Mulainya Perang Saudara yang Memecah Korea, hingga Keterlibatan AS-Uni Soviet...

Mulainya Perang Saudara yang Memecah Korea, hingga Keterlibatan AS-Uni Soviet...

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Gletser di Everest Terus Menipis akibat Pemanasan Global

INFOGRAFIK: Gletser di Everest Terus Menipis akibat Pemanasan Global

Data dan Fakta
[HOAKS] Pemuda China Deklarasi Perang Melawan Pribumi

[HOAKS] Pemuda China Deklarasi Perang Melawan Pribumi

Hoaks atau Fakta
Tren NGL Link Instagram dan Kenapa Warganet Suka Anonimitas

Tren NGL Link Instagram dan Kenapa Warganet Suka Anonimitas

Data dan Fakta
[HOAKS] Polisi Menilang Sepeda Motor Baru di Dealer

[HOAKS] Polisi Menilang Sepeda Motor Baru di Dealer

Hoaks atau Fakta
Jumlah Pengungsi akibat Konflik dan Perang Bertambah, Indeks Perdamaian Menurun

Jumlah Pengungsi akibat Konflik dan Perang Bertambah, Indeks Perdamaian Menurun

Data dan Fakta
INFOGRAFIK: Mengenal Fenonena Winter Solstice dan Summer Solstice yang Terjadi Juni

INFOGRAFIK: Mengenal Fenonena Winter Solstice dan Summer Solstice yang Terjadi Juni

Data dan Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Covid-19 Meningkatkan Sindrom Kematian Mendadak?

CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Covid-19 Meningkatkan Sindrom Kematian Mendadak?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] PDI-P Menjadi Partai Terlarang di Sumatera Barat

[HOAKS] PDI-P Menjadi Partai Terlarang di Sumatera Barat

Hoaks atau Fakta
Melihat Efektivitas Pengendalian Senjata Api di Berbagai Negara

Melihat Efektivitas Pengendalian Senjata Api di Berbagai Negara

Data dan Fakta
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.