[Kabar Data] Mengurai Akar Masalah Korupsi Kepala Daerah

Kompas.com - 21/01/2022, 16:50 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/1/2022). KPK resmi menahan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin bersama lima orang lainnya serta mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 786 juta terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGABupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/1/2022). KPK resmi menahan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin bersama lima orang lainnya serta mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 786 juta terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Penulis Bayu Galih
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Kasus korupsi kepala daerah kembali menjadi permasalahan yang mengemuka setelah tiga operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam waktu kurang dari satu bulan.

OTT yang dilakukan KPK itu menjerat tiga kepala daerah, yaitu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud, dan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin.

KPK menangkap Rahmat pada 5 Januari 2022 di Kota Bekasi, Jawa Barat, atas dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan.

Sedangkan, Abdul Gafur Mas'ud ditangkap di sebuah mal di Jakarta Selatan pada 13 Januari 2022.

Dia dijerat KPK atas dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Baca juga: Sederet Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK pada Awal 2022, Terbaru Bupati Langkat

Terbaru, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin pada Selasa (18/1/2022).

Dia menjadi tersangka suap penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan proyek di Langkat Tahun Anggaran 2020-2022.

Menjerat 167 kepala daerah

Penangkapan Rahmat Effendi, Abdul Gafur Mas'ud, dan Terbit Rencana Perangin-angin menambah jumlah kepala daerah yang terjerat kasus hukum di KPK.

Berdasarkan data yang ada di situs KPK, sejak lembaga anti-rasuah itu berdiri sudah ada 22 gubernur yang terkena penindakan.

Sedangkan, jumlah kepala daerah tingkat dua yang terjerat, jumlahnya jauh lebih banyak.

Hingga 1 Oktober 2021, KPK mencatat ada 141 bupati/wali kota, serta wakil bupati/wakil wali kota yang terkena penindakan.

Jumlah bupati/wali kota yang terkena penindakan KPK bertambah empat sejak 1 Oktober 2021 hingga saat ini.

Baca juga: KPK Setor Rp 843,3 Juta ke Kas Negara dari 3 Terpidana Kasus Korupsi

Selain tiga yang dijerat OTT pada Januari 2022, kepala daerah lain yang terjerat proses hukum di KPK adalah Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.

KPK telah menetapkan dia sebagai tersangka terkait dugaan suap infrastruktur di wilayahnya pada 16 Oktober 2021.

Sehingga, total ada 167 kepala daerah yang terjerat proses hukum di KPK. Jumlah itu terdiri dari 22 gubernur dan 145 bupati/wali kota.

Berdasarkan dokumentasi Harian Kompas, kasus korupsi pertama di KPK yang melibatkan gubernur tercatat pada 2004. Saat itu, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Abdullah Puteh terjerat dugaan suap pengadaan helikopter.

Adapun, bupati/wali kota pertama yang terjerat hukum di KPK adalah Bupati Dompu Abubakar Ahmad yang jadi tersangka pada 16 Juni 2006. Dia terjerat korupsi penyalahgunaan dana APBD sebesar Rp 4 miliar.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky Mengonsumsi Kokain?

Benarkah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky Mengonsumsi Kokain?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Penampakan Hewan Misterius Pertanda Datangnya Kiamat

[HOAKS] Penampakan Hewan Misterius Pertanda Datangnya Kiamat

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Kalimantan Jadi Milik China jika Indonesia Tidak Bayar Utang

[HOAKS] Kalimantan Jadi Milik China jika Indonesia Tidak Bayar Utang

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Indonesia Dilanda Gelombang Panas, Suhu Mencapai 40-50 Derajat Celcius

[HOAKS] Indonesia Dilanda Gelombang Panas, Suhu Mencapai 40-50 Derajat Celcius

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Meteor Jatuh hingga Perubahan Biaya Transaksi Bank

Cek Fakta Sepekan: Meteor Jatuh hingga Perubahan Biaya Transaksi Bank

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Mengenai Meteor Jatuh di Bangkalan, Madura

INFOGRAFIK: Hoaks Mengenai Meteor Jatuh di Bangkalan, Madura

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Terkait Wapres Eksekutif Pfizer Ditangkap karena Sebar Dokumen Rahasia

INFOGRAFIK: Hoaks Terkait Wapres Eksekutif Pfizer Ditangkap karena Sebar Dokumen Rahasia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Robot Penari Berwujud Manusia Buatan China

[HOAKS] Robot Penari Berwujud Manusia Buatan China

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Seorang Pria Kesetrum karena Minum Air Sambil Charging HP

[HOAKS] Seorang Pria Kesetrum karena Minum Air Sambil Charging HP

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Filter Nangis di Snapchat Terinspirasi dari Amber Heard?

CEK FAKTA: Filter Nangis di Snapchat Terinspirasi dari Amber Heard?

Hoaks atau Fakta
Awas, Beredar Penawaran Pinjaman Online Mencatut LPS

Awas, Beredar Penawaran Pinjaman Online Mencatut LPS

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Perubahan Biaya Transaksi BRI Rp 150.000

[HOAKS] Perubahan Biaya Transaksi BRI Rp 150.000

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Sejarah Perjalanan iPod, Pemutar Musik Besutan Apple

INFOGRAFIK: Sejarah Perjalanan iPod, Pemutar Musik Besutan Apple

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Meteor Jatuh di Bangkalan, Madura

[HOAKS] Meteor Jatuh di Bangkalan, Madura

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Benarkah Teknik Pijat Tangan Bisa untuk Terapi Penyumbatan Jantung?

INFOGRAFIK: Benarkah Teknik Pijat Tangan Bisa untuk Terapi Penyumbatan Jantung?

Hoaks atau Fakta
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.