Perbedaan Misinformasi dan Disinformasi, Serupa Tapi Tak Sama

Kompas.com - 21/01/2022, 10:17 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Selain hoaks, ada istilah yang lebih spesifik untuk menyebut informasi keliru, yakni misinformasi dan disinformasi. Ada perbedaan besar di antara keduanya.

Hoaks tidak hanya bicara masalah informasi yang keliru, tetapi ada banyak faktor yang mempengaruhi penyebarannya.

Faktor itu mulai dari kurangnya literasi digital masyarakat, di tengah pesatnya perkembangan teknologi hingga propaganda atau agenda politik tertentu.

Faktor-faktor tersebut membentuk pola sebaran hoaks yang bereda. Pola sebaran misinformasi dan informasi juga dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang perbedaan misinformasi dan disinformasi.

Baca juga: Mengenal Infodemik, Misinformasi yang Menyebar Lebih Cepat dari Virus

Misinformasi

Misinformasi adalah informasi yang keliru, tetapi orang yang menyebarkannya percaya bahwa itu benar.

Menurut The Debunking Handbook (2020), misinformasi disebarkan karena kesalahan atau tanpa maksud untuk menyesatkan.

Sebarannya bisa dari berita lawas yang awalnya dianggap benar dan disebarluaskan dengan itikad baik.

Secara teknis itu benar tetapi menyesatkan, karena orang tersebut tidak tahu fakta terbarunya atau keliru menangkap informasi.

Terkadang, mitos-mitos seputar kesehatan, astrologi, sains, dunia hiburan, dan lainnya yang bukan berasal dari sumber dan bukti valid, dipercaya masyarakat dan tanpa sadar disebarluaskan.

Baca juga: Teori Konspirasi di Video Plandemic dan Hoaks Terlaris di Media Sosial

Contoh misinformasi:

  • Meletakkan bawang putih di lubang telinga bisa menyembuhkan sakit kepala. Padahal faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan penanggualan penyakit dengan metode menempel bawang putih di liang telinga. Bawang putih memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi penggunaannya bukan dengan ditempelkan di liang telinga.
  • Kuburan dengan nama Upin yang meninggal pada 1995 dan Ipin pada 1996, yang diklaim sebagai inspirasi dari serial animasi Malausia, Upin dan Ipin. Faktanya, yang dimaksud berlokasi di Sulawesi Tengah, bukan di Malaysia. Kisah kedua almarhum pun tidak ada hubungannya dengan serial animasi Upin dan Ipin.

Disinformasi

Disinformasi adalah informasi yang keliru, dan orang yang menyebarkannya tahu bahwa itu salah, tetapi tetap menyebarkannya.

Melansir buku Journalism, ‘Fake News’ & Disinformation (2018) terbitan UNESCO, disinformasi adalah kebohongan yang disengaja dan secara aktif diinformasikan oleh aktor jahat.

Ini menjadi masalah global, karena bisa mencakup berbagai aspek informasi, termasuk perubahan iklim, hiburan, dan yang paling sering, propaganda politik.

Baca juga: Joe Rogan Picu Kontroversi, Spotify Dituntut Tindak Tegas Misinformasi di Podcast

IlustrasiMashable Ilustrasi
Disinformasi sepenuhnya dibuat-buat dan dengan sengaja menyesatkan dan membuat publik bingung.

Dalang yang membuat kampanye berisi disinformasi yang disponsori 'negara' atau kubu tertentu. Pola sebarannya bervariasi tergantung motivasi dan target kampanye disinformasi.

Misalnya, konten yang menyerang tokoh politik dengan memanipulasi foto atau menempatkan konteks yang keliru dengan sengaja.

Ada pula sebaran disinformasi yang memanfaatkan buzzer untuk menaikkan tagar dan menjadi trending agar menyembunyikan fakta dari kejadian sebenarnya.

Baca juga: PT Barnum, The Greatest Showman, Pembuat Hoaks Terbesar Sepanjang Sejarah

Sepanjang pandemi Covid-19, beredar pula sebaran disinformasi terkait teori konpirasi yang menyebut bahwa virus corona adalah agenda elit global.

Tokoh yang paling lantang menyebarkan disinformasi seputar Covid-19 adalah Donald Trump, ketika berkampanye dalam pilpres melawan Joe Biden.

Contoh disinformasi:

  • Berita mencatut nama Kompas.com dengan judul "Warga DKI Bingung dengan Hasil Kinerja Anies Baswedan yang Selalu Dapat Penghargaan" pada 25 Desember 2021. Padahal faktanya, sebaran tersebut adalah tangkapan layar itu merupakan hasil editan. Kompas.com tidak pernah menerbitkan pemeberitaan dengan judul tersebut.
  • Beredar daftar yang diklaim sebagai jadwal peluncuran varian virus corona. Daftar itu disertai narasi bahwa pandemi Covid-19 sudah direncanakan sebelumnya, atau populer disebut plandemi. Narasi itu kerap menyerang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), imunologi AS Anthony Fauci, filantropi Bill Gates, dan sebagainya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Pemukulan di Tribune Jadi Penyebab Tragedi Kanjuruhan

[HOAKS] Pemukulan di Tribune Jadi Penyebab Tragedi Kanjuruhan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Lukas Enembe Telah Dijemput Paksa Polri dan KPK

[HOAKS] Lukas Enembe Telah Dijemput Paksa Polri dan KPK

Hoaks atau Fakta
Menilik Regulasi FIFA soal Larangan Penggunaan Gas Air Mata di Stadion

Menilik Regulasi FIFA soal Larangan Penggunaan Gas Air Mata di Stadion

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Benarkah Durian Tak Boleh Dimakan dengan Minuman Berkarbonasi hingga Kopi?

[KLARIFIKASI] Benarkah Durian Tak Boleh Dimakan dengan Minuman Berkarbonasi hingga Kopi?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Belum Ada Sanksi FIFA untuk PSSI

[KLARIFIKASI] Belum Ada Sanksi FIFA untuk PSSI

Hoaks atau Fakta
Pentingnya Negara Mengungkap Fakta Terkait Tragedi G30S 1965

Pentingnya Negara Mengungkap Fakta Terkait Tragedi G30S 1965

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Tragedi Kanjuruhan Bukan karena Ulah Rusuh Aremania

[KLARIFIKASI] Tragedi Kanjuruhan Bukan karena Ulah Rusuh Aremania

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Jokowi Mundur sebagai Presiden 30 September 2022

[HOAKS] Jokowi Mundur sebagai Presiden 30 September 2022

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Penarikan Semua ATM hingga Kudeta Xi Jinping

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Penarikan Semua ATM hingga Kudeta Xi Jinping

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Daftar Serangan Siber terhadap Media dan Jurnalis Indonesia

INFOGRAFIK: Daftar Serangan Siber terhadap Media dan Jurnalis Indonesia

Data dan Fakta
Kisah Para Eksil 1965, Dibuang Negara dan Dicabut Kewarganegaraannya

Kisah Para Eksil 1965, Dibuang Negara dan Dicabut Kewarganegaraannya

Sejarah dan Fakta
Mengenal Kapal Selam Tenaga Nuklir Pertama, USS Nautilus

Mengenal Kapal Selam Tenaga Nuklir Pertama, USS Nautilus

Sejarah dan Fakta
Kisah Letkol Untung, Dijatuhi Eksekusi Mati Setelah G30S

Kisah Letkol Untung, Dijatuhi Eksekusi Mati Setelah G30S

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Kiprah U-Boat, Kapal Selam Canggih Jerman Selama Perang Dunia I

INFOGRAFIK: Kiprah U-Boat, Kapal Selam Canggih Jerman Selama Perang Dunia I

Sejarah dan Fakta
Mitos 'Gloomy Sunday', Lagu yang Dituding Jadi Penyebab Bunuh Diri

Mitos "Gloomy Sunday", Lagu yang Dituding Jadi Penyebab Bunuh Diri

Sejarah dan Fakta
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.