Kompas.com - 07/12/2021, 15:15 WIB
Poul-Erik Hoyer Larsen BWFPoul-Erik Hoyer Larsen

KOMPAS.com - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan selalu memprioritaskan Indonesia selepas insiden All England 2021.

All England 2021 menjadi turnamen yang tidak mengenakkan bagi para atlet bulu tangkis Indonesia.

Mereka dipaksa mundur dari turnamen karena satu pesawat dengan pasien terinfeksi Covid-19, sehingga semua atlet harus menjalani karantina.

Meski itu regulasi resmi pemerintah Inggris, tetapi ada perlakuan berbeda yang diterapkan panitia All England dan BWF.

Hal ini sempat menjadi pertanyaan Marcus, mengingat tim bulu tangkis Indonesia sudah sempat menjalani tes PCR setiba di hotel dan hasilnya dinyatakan negatif.

Baca juga: BWF World Tour Finals: Curhat Marcus/Kevin, Pengakuan Chiharu Shida, hingga Catatan Hattrick di Bali

BWF dan Panitia All England juga tidak memberlakukan tes ulang kepada atlet Merah Putih, sebagaimana yang terjadi dengan pemain Denmark, India, dan Thailand, yang sempat diketahui positif Covid-19.

Soal insiden All England, Komite Olimpiade (NOC) Indonesia merasa  harus berperan karena diatur dalam Olympic Charter (Piagam Olimpiade). 

Dalam poin 2.5 tentang misi dan peran NOC tertulis secara tegas bahwa NOC harus mengambil aksi melawan segala tindakan diskriminasi dan kekerasan di olahraga.

Melalui Presiden Raja Sapta Oktohari, NOC bertemu Presiden BWF Poul Erik Hoyer Larsen di sela-sela penyelenggaraan BWF World Tour Finals 2021, Minggu (5/12/2021).

Dalam kesempatan itu, NOC Indonesia coba memastikan agar kejadian serupa tak terulang lagi pada masa mendatang.

Baca juga: Rekor Marcus/Kevin Vs Hoki/Kobayashi Usai BWF World Tour Finals, Selisih Masih Jauh

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, ditunjuk sebagai Ketua Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA oleh Menpora Zainudin Amali.NOC Indonesia Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, ditunjuk sebagai Ketua Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA oleh Menpora Zainudin Amali.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.