Dari Akademi Militer, Awal Kebangkitan Kompetisi Bulu Tangkis Nasional.

Kompas.com - 01/11/2021, 19:11 WIB
Ganda campuran U-17 klub PB Djarum Kudus, Nahya Muhyifa/Andhika Wirapati, bertanding di YUZU Isotonic Akmil Open 2021, Minggu (31/10), di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah.
Dok. Akmil Open 2021Ganda campuran U-17 klub PB Djarum Kudus, Nahya Muhyifa/Andhika Wirapati, bertanding di YUZU Isotonic Akmil Open 2021, Minggu (31/10), di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah.
|

KOMPAS.COM - Kejuaraaan bulu tangkis berskala nasional mulai bangkit setelah bergulirnya YUZU Isotonic Akmil Open 2021 sejak 28 Oktober 2021 lalu. 

Turnamen yang digelar di GOR Djarum dan GOR Suroto Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah ini menjadi titik balik perputaran ekosistem bulu tangkis di Tanah Air.

Baca juga: Berapa Tinggi Net Bulu Tangkis?

Turnamen dan kejuaraan bulu tangkis harus vakum karena imbas dari pandemi Covid-19. Hal ini menimbulkan berbagai persoalan. Dari sisi klub misalnya.

Proses pembentukan atlet yang kelak mengharumkan nama bangsa menjadi tertunda hingga program regenerasi tersendat.

Hal tersebut dialami oleh Pupuk Kaltim Badminton Club, asal Bontang, Kalimantan Timur.

“Tidak adanya kejuaraan membuat kami kehilangan momentum dalam memupuk mentalitas atlet ketika bertanding di atas lapangan. Untuk itu, kami berterima kasih kepada YUZU Isotonic dan Djarum Foundation, karena kejuaraan ini memang benar-benar melepaskan dahaga kami yang sudah sejak lama menunggu kejuaraan berskala nasional demi menjaga daya juang para atlet agar tidak hilang,” ucap pelatih Pupuk Kaltim Badminton Club, Bagas Mahardika. 

Tak menyia-nyiakan bergulirnya kejuaraan yang dinantikan sejak 1,5 tahun terakhir, Bagas menerjunkan empat atletnya untuk berlaga di beberapa kategori yakni Ganda Remaja Putra U-17, Tunggal Remaja Putra U-17, Ganda Remaja Campuran U-17, dan Tunggal Taruna Putri U-19. 

Antusiasme terhadap kejuaraan yang digelar di dua gedung olahraga di Magelang ini, juga dirasakan para pemain klub PB Jaya Raya Jakarta.

Sebanyak 28 atlet yang bertanding di Magelang, akhirnya dapat merasakan kembali atmosfer kompetisi yang sempat menghilang karena pandemi.

"Pertandingan seperti ini bisa membangkitkan semangat anak-anak lagi. Kejuaraan ini juga meriah, bagus, tertata rapih, dan prokes (protokol kesehatannya) ketat. Yang paling penting, mereka ikut kompetisi agar latihannya tidak sia-sia," jelas pelatih PB Jaya Raya, Maulana Chrissandi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.