Kata PBSI soal Indonesia Tak Bisa Kibarkan Merah Putih di Podium Piala Thomas

Kompas.com - 17/10/2021, 16:54 WIB
Para pendukung tim Indonesia di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, pada ajang Piala Uber dan Thomas 2020 yang berlangsung di Denmark pada Oktober 2021. BadmintonPhoto/Yohan NonottePara pendukung tim Indonesia di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, pada ajang Piala Uber dan Thomas 2020 yang berlangsung di Denmark pada Oktober 2021.

KOMPAS.com - Tim bulu tangkis putra Indonesia dipastikan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih di podium Piala Thomas 2020.

Meski demikian, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, memastikan bahwa lagu kebangsaan "Indonesia Raya" masih bisa dikumandangkan.

Adapun larangan pengibaran bendera Merah Putih di event olahraga menyusul sanksi yang diberikan Badan Antidoping Dunia (WADA) karena Indonesia dinilai tidak mematuhi program test doping plan (TDP).

Selain Indonesia, WADA juga menjatuhkan hukuman untuk Thailand dan Korea Utara.

Thailand yang meraih medali perunggu Piala Uber 2020 juga memakai bendera Asosiasi Bulu Tangkis Thailand.

Baca juga: Apa Itu WADA dan Bagaimana Imbas Sanksinya untuk Indonesia?

"Iya (pakai bendera PBSI) seperti Thailand kemarin," kata Bambang Roedyanto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/10/2021) sore WIB.

"Bendera NOC (National Olympic Committee) dipakai saat SEA Games, Asian Games. Selain kejuaraan itu, pakai bendera asosiasi," tuturnya.

"Iya, masih bisa menyanyikan Indonesia Raya," ucap Bambang Roedyanto menambahkan.

Selain dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, dampak dari sanksi WADA adalah Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah event olahraga.

Bambang Roedyanto mengungkapkan bahwa untuk turnamen bulu tangkis, Indonesia tidak diizinkan mengikuti bidding menjadi tuan rumah ajang multievent.

Baca juga: NOC Indonesia Menyesalkan Ancaman Sanksi WADA Bisa Terjadi

"Kita tidak bisa bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia, Asian Games, SEA Games, Kejuaraan Dunia Junior, Piala Thomas dan Uber, dan Piala Sudirman," kata Bambang Roedyanto.

Namun, pria yang akrab disapa Koh Roedy itu berharap masalah ini tidak menyurutkan semangat tim bulu tangkis Indonesia di final Piala Thomas.

Dia meminta Anthony Sinisuka Ginting dkk untuk berjuang dan meraih kemenangan terlebih dahulu.

"Tidak perlu dipikirkan, yang penting menang dulu," tutur Bambang Roedyanto.

Adapun sanksi WADA ini sudah diketahui oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.

Menpora mengungkapkan bahwa sanksi WADA tersebut muncul sebab Indonesia tidak bisa memenuhi sampel uji doping 2020 dan 2021. Hal itu disebabkan terhentinya kegiatan olahraga di Indonesia karena pandemi virus corona.

Zainudin Amali sendiri sudah mengirimkan surat konfirmasi terkait hukuman tersebut dan telah mendapatkan respons dari WADA.

Baca juga: Menpora Respons Cepat soal Ancaman Sanksi WADA, Perbasi Lega

Zainudin mengatakan bahwa WADA memahami kondisi olahraga di Tanah Air yang sempat terhenti karena pandemi virus corona.

Selain itu, Zainudin juga mengungkapkan bahwa WADA bersedia menunggu sampel uji doping di PON Papua sehingga batas minimal test doping plan (TDP) Indonesia dapat terpenuhi.

Sampel tersebut nantinya akan diawasai melalui Agensi Antidoping Jepang yang sudah terakreditasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.