Kompas.com - 09/04/2021, 15:22 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Tanwir 1 Literasi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (2/4/2021). Dok Divisi Humas PolriKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Tanwir 1 Literasi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (2/4/2021).

KOMPAS.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo secara resmi telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen PP PBSI.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninggalkan jabatannya usai mengajukan surat pengunduran diri ke Ketum PBSI Agung Firman Sampurna, Kamis (8/4/2021).

Adapun kabar tersebut disampaikan Agung usai Pelantikan Pengurus Pusat PBSI di Hotel Swissotel Jakarta PIK Avenue, Jumat (9/4/2021) siang WIB.

"Saya sudah menerima surat pengunduran diri Jendral Listyo sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI 2020-2024 kemarin," kata Agung saat konferensi pers.

Baca juga: PBSI: Format Skor 5x11 Akan Untungkan Pebulu Tangkis Indonesia

"Beliau juga sudah menyampaikan sejumlah nama yang diusulkan untuk menjadi pengganti beliau dan dalam waktu dekat kami tim formatur akan segera membuat keputusan dari nama-nama tersebut."

"Salah satu nama terkuat adalah Komisaris Jendral Polisi Mohammad Fadil Imran," jelas Agung.

Faktor yang melatarbelakangi mundurnya Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena dia terpilih menjadi Ketua Umum PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia).

Sebagaimana AD/ART PBSI pasal 14 ayat 2 butir g, Listyo pun harus mundur karena Pengurus Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota tidak boleh rangkap jabatan di cabang olahraga selain bulu tangkis.

Baca juga: Indonesia Masters 2021 Resmi Dibatalkan, PBSI Jelaskan Alasannya

"Bapak Jendral Listyo terpilih sebagai Ketua Umum PB ISSI," lanjut Agung Firman Sampurna.

"Kami menganggap keterpilihan beliau adalah sesuatu yang positif agar pembinaan cabang-cabang olahraga itu mendapatkan dukungan yang memadai dari berbagai pejabat publik di Indonesia."

"Oleh karena itu kami mendukung keputusan beliau untuk menjadi Ketua Umum PB ISSI."

"Namun demikian, kita juga sudah sama-sama tahu bahwa aturan itu melarang satu orang duduk di dua cabang olahraga sekaligus. Beliau paham tentang hal ini," ungkapnya.


Sumber PBSI
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X