Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/03/2021, 06:15 WIB

KOMPAS.com - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah melayangkan permohonan maaf secara resmi kepada Indonesia.

Permohonan maaf dari BWF berkaitan dengan insiden yang melibatkan tim bulu tangkis Indonesia pada All England 2021.

Pada All England 2021, tim Indonesia dipaksa mundur dari kejuaraan setelah 20 dari 24 anggota tim mendapat surat elektronik atau e-mail dari National Health Service (NHS) Inggris.

Melalui surat tersebut, NHS menginformasikan bahwa tim Indonesia berada dalam satu pesawat dengan orang yang positif Covid-19 saat penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham.

Baca juga: Duduk Perkara Dipaksa Mundurnya Indonesia dari All England 2021

Oleh karena itu, tim Indonesia diimbau untuk menjalani karantina selama 10 hari.

Hal ini sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris yang mewajibkan seseorang melakukan karantina 10 hari jika berada dalam satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19.

Keputusan ini menjadi kenyataan pahit bagi tim Indonesia yang secara otomatis tidak bisa melanjutkan perjuangan pada All England 2021.

Para pejuang bulu tangkis Indonesia yang berangkat ke All England dipenuhi rasa kecewa saat menerima keputusan tersebut.

Baca juga: Praveen Jordan: Saya Melihat Ketidakadilan dari BWF

Terlebih lagi, dalam prosesnya, terdapat beberapa fakta yang membuat tim Indonesia terkesan mendapat perlakuan tidak adil, baik dari BWF maupun pihak penyelenggara All England 2021.

Hal itu membuat pencinta bulu tangkis Tanah Air marah. Demikian juga dengan Pemerintah Indonesia.

Dalam menyikapi insiden tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menuntut permohonan maaf dari BWF.

Berselang beberapa hari, BWF menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui surat yang ditujukan kepada Menpora Zainudin Amali dan seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Kisruh All England, Kemenpora Tunggu 2 Permintaan Maaf BWF untuk Rakyat Indonesia

Permohonan maaf ini tertulis atas nama Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer, yang kemudian mewakili jajarannya.

Berikut isi permohonan maaf BWF kepada Indonesia berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com pada Senin (22/3/2021) malam WIB.

Yang terhormat Bapak Zainudin Amali.

Bersama ini, saya dengan sepenuh hati ingin menyampaikan rasa penyesalan dan kekecewaan saya atas terjadinya situasi tidak menyenangkan yang terjadi pada minggu lalu, saat berlangsungnya turnamen Yonex All England 2021.

Saya dengan penuh kesungguhan menyampaikan permohonan maaf atas perasaan sakit hati dan frustrasi yang dialami oleh seluruh pemain dan tim Indonesia.

Atas nama seluruh jajaran BWF, saya berkeinginan menyampaikan rasa permohonan maaf ini kepada Yang Mulia Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Luar Negeri, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, para pejabat pemerintah, Ketua Umum PBSI dan jajaran pejabatnya, rakyat Indonesia dan terutama seluruh komunitas dan penggemar bulu tangkis di Indonesia.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia merupakan salah satu raksasa bulu tangkis dunia, dengan segudang pemain berbakat dan bintang-bintang juara bulu tangkis dunia yang selalu bermunculan.

BWF juga menyadari bahwa para pemain bulu tangkis Indonesia telah menjadi ikon nasional dan telah menjadi tumpuan harapan bangsa di tingkat internasional.

Ketika saya masih bermain untuk tim nasional Denmark, saya sangat merasakan hubungan keakraban yang saling menguntungkan dengan para pemain dan pelatih tim Indonesia.

Saya juga telah menyaksikan Asian Games 2018, dan turut merasa bangga menyaksikan suksesnya penyelenggaraan sehingga menjadi event yang sangat luar biasa. Percaya dan yakinlah pada saya, saya sungguh-sungguh mencintai Indonesia.

Sebagai Presiden BWF, saya ingin memberitahu bahwa kami telah menganggap insiden tersebut sebagai suatu pelajaran berharga yang sangat serius di saat dunia sedang dilanda Covid-19, dan kami berusaha keras untuk membuat perbaikan.

Untuk selanjutnya, kami percaya bahwa hubungan luar biasa yang sudah terbina sangat lama antara Indonesia dan BWF akan tetap harmonis, bahkan akan lebih kuat di masa mendatang.

Hormat kami,

Poul-Erik Hoyer, Presiden BWF

Baca juga: Kode Keras dari Pemunduran Paksa Indonesia di All England 2021

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali United Vs Persib - Serdadu Tridatu Compang Camping Hadapi Maung Bandung

Bali United Vs Persib - Serdadu Tridatu Compang Camping Hadapi Maung Bandung

Liga Indonesia
Saran Legenda Real Madrid untuk Vinicius Jr: Saya Akan Rayakan Gol di Depan Wajah Mereka

Saran Legenda Real Madrid untuk Vinicius Jr: Saya Akan Rayakan Gol di Depan Wajah Mereka

Liga Spanyol
Milan Vs Torino: Pioli Mau Berjudi Lagi, Rafael Leao Pindah Posisi

Milan Vs Torino: Pioli Mau Berjudi Lagi, Rafael Leao Pindah Posisi

Liga Italia
Marseille Vs PSG: Apa Alasan Messi Kembali Gunakan Nomor Punggung 10?

Marseille Vs PSG: Apa Alasan Messi Kembali Gunakan Nomor Punggung 10?

Liga Lain
Jadwal Proliga 2023 Seri 5 Malang: Satu Hari Empat Ribu Tiket

Jadwal Proliga 2023 Seri 5 Malang: Satu Hari Empat Ribu Tiket

Sports
PSG 'Dilarang' Pertahankan Lionel Messi

PSG "Dilarang" Pertahankan Lionel Messi

Liga Lain
Syarat Messi Kembali ke Barcelona: Joan Laporta Sudah Harus Didepak

Syarat Messi Kembali ke Barcelona: Joan Laporta Sudah Harus Didepak

Liga Spanyol
Al Ahly Vs Real Madrid, Gol Debut Impian Sergio Arribas

Al Ahly Vs Real Madrid, Gol Debut Impian Sergio Arribas

Liga Spanyol
Madrid ke Final Piala Dunia Klub, Penalti Modric Ditertawakan Ancelotti

Madrid ke Final Piala Dunia Klub, Penalti Modric Ditertawakan Ancelotti

Liga Lain
Ten Hag Usai Man United Kebobolan Gol 55 Detik: Tak Bisa Diterima!

Ten Hag Usai Man United Kebobolan Gol 55 Detik: Tak Bisa Diterima!

Liga Inggris
Jalani Debut Manis, Putu Gede Patahkan Rekor Buruk Arema FC

Jalani Debut Manis, Putu Gede Patahkan Rekor Buruk Arema FC

Liga Indonesia
Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSM Makassar Vs Barito Putera, PSS Sleman Vs Persik Kediri

Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSM Makassar Vs Barito Putera, PSS Sleman Vs Persik Kediri

Sports
Inter Milan Pernah Rayu Lionel Messi tapi Kalah Bersaing dengan PSG

Inter Milan Pernah Rayu Lionel Messi tapi Kalah Bersaing dengan PSG

Liga Italia
Marselino Ferdinan dan Ronaldo ke Luar Negeri, PSSI Imbau Pemain Timnas U20 Tahan Diri

Marselino Ferdinan dan Ronaldo ke Luar Negeri, PSSI Imbau Pemain Timnas U20 Tahan Diri

Liga Indonesia
Milan Masih Tanpa Mike Maignan di Babak 16 Besar Liga Champions

Milan Masih Tanpa Mike Maignan di Babak 16 Besar Liga Champions

Sports
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+