Kompas.com - 26/02/2021, 22:22 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraannya seusai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8. ANTARA FOTO/ACTION IMAGES via REUTERS/ANDREW BOYERSPebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraannya seusai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.

KOMPAS.com - Penampilan ganda campuran andalan Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, di Thailand mendapat banyak sorotan.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sejatinya mampu melangkah ke partai final pada Thailand Open 2021 jilid pertama.

Akan tetapi, mereka langsung gugur pada babak pertama Thailand Open 2021 jilid kedua.

Kemudian pada World Tour Finals 2020, Praveen/Melati gagal menuju empat besar setelah tumbang dua kali pada penyisihan Grup A.

Baca juga: PBSI Ungkap Menu Latihan Anthony Ginting-Jonatan Christie Jelang All England 2021

Banyak pihak menyebut komunikasi antara kedua pebulu tangkis tersebut mengalami permasalahan.

Daya juang mereka terlihat loyo tiap kali tertinggal lebih dari tiga angka. Hasilnya, Praveen/Melati gagal mencapai target.

"Praveen/Melati itu intinya ketika mereka bisa menjaga mood di setiap pertandingan kami tidak khawatir. Memang tidak selalu bisa jadi juara, tetapi setidaknya hasilnya lebih bagus," kata asisten pelatih ganda campuran, Nova Widianto, pada 9 Februari 2021.

"Kemarin sangat terlihat mereka kehilangan komunikasi. Padahal, itulah kelebihan mereka."

Baca juga: Praveen/Melati Lolos ke Olimpiade, Gloria Emanuelle Widjaja Tertekan?

"Biasanya ngobrol di lapangan enak, kami kasih masukan juga enak, tetapi kemarin hilang. Jadi banyak di non-teknisnya kendala mereka," tutur eks pasangan Liliyana Natsir ini.

Melati Daeva Oktavianti menyadari akan hal itu pada tiga turnamen berkategori BWF Super 1000 di Thailand.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X