Masuk Nominasi Laureus World Sports Awards, Kento Momota Cetak Sejarah

Kompas.com - 25/02/2021, 07:41 WIB
Pebulu tangkis Jepang Kento Momota melakukan selebrasi saat menghadapi pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). AFP / THEODORE LIMPebulu tangkis Jepang Kento Momota melakukan selebrasi saat menghadapi pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019).


KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra asal Jepang, Kento Momota, masuk dalam nomine Laureus World Sports Awards 2021.

Laureus World Sports Award merupakan penghargaan paling prestisius di dunia bagi individu maupun tim dari berbagai cabang olahraga.

Kento Momota bersaing dengan lima atlet lain dari cabang olahraga berbeda untuk meraih gelar di kategori Comeback of The Year 2021.

Kelima atlet tersebut, yakni Alex Morgan (sepak bola), Alex Smith (American football), Daniel Bard (bisbol), Max Parrot (snowboard) dan Mikaela Shiffrin (ski).

Baca juga: Drawing All England, Kento Momota Berpeluang Hadapi Anthony Ginting di Semifinal

Dengan nomine ini, Kento Momota pun mengukir sejarah. Pasalnya, berdasarkan data Laureus sejak 2000-2020, belum pernah ada pebulu tangkis yang masuk dalam nominasi penghargaan olahraga paling presitisius di dunia ini. 

Adapun, Kento Momota dipilih berkat keberhasilannya bangkit usai cedera yang dialaminya.

"Pebulu tangkis nomor satu dunia kembali berkompetisi di Kejuaraan Nasional Jepang pada Desember 2020," tulis keterangan resmi Laureus.

"Dia khawatir kariernya akan berakhir setelah mengalami cedera retak tulang di rongga mata akibat kecelakaan dalam perjalanan pulang usai menjuarai Malaysia Masters 2020."

"Momota, yang diharapkan menjadi andalan Jepang untuk meraih medali emas Olimpiade Tokyo, sekarang mencoba untuk mengembalikan performa yang membuatnya memenangi 11 gelar tahun lalu."

"Dia mengaku bahwa jiwanya 'hampir hancur' setelah operasi yang membuat penglihatannya terganggu."

Baca juga: Jelang Swiss Open dan All England 2021, PBSI Ingin Atlet Segera Divaksin

Halaman:

Sumber Laureus
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X