Kasus Pengaturan Skor 8 Pebulu Tangkis Indonesia, Atlet Ini Enggan Ajukan Banding

Kompas.com - 13/01/2021, 11:00 WIB
Sekjen PBSI, Eddy Sukarno, saat menemui Agripinna Prima Rahmanto Putra, Putri Sekartaji, dan Mia Mawarti, di di Pelatnas Bulutangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (111/1/2021). DOK. PBSISekjen PBSI, Eddy Sukarno, saat menemui Agripinna Prima Rahmanto Putra, Putri Sekartaji, dan Mia Mawarti, di di Pelatnas Bulutangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (111/1/2021).

KOMPAS.com - Pebulu tangkis Putri Sekartaji enggan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait kasus pengaturan skor dan perjudian.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menghukum Putri Sekartaji dan tujuh pebulu tangkis Indonesia lainnya pada Jumat (8/1/2021) dengan sanksi larangan bermain dan denda atas kasus match fixing atau keterlibatan dalam perjudian.

Putri Sekartaji dihukum larangan 12 tahun keterlibatan di bulu tangkis dan denda sebesar 12.000 dolas AS atau sekitar Rp 170 juta.

BWF sedianya memberikan hak kepada kedelapan atlet tersebut untuk mengajukan banding ke CAS dalam waktu 21 hari sejak keputusan tersebut diterima PBSI per tanggal 5 Januari 2021. Artinya, batas akhir pengajuan banding adalah tanggal 26 Januari mendatang.

Baca juga: Terlibat Kasus Pengaturan Skor, 2 Pebulu Tangkis Indonesia Banding

Namun, Putri Sekartaji tak melakukannya. Faktor ekonomi menjadi alasan mengapa atlet kelahiran 1995 itu enggan banding ke CAS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengajukan banding, Putri harus membayar biaya pendaftaran sebesar 500 dolar AS atau sekitar Rp 7 juta. Dia juga mengaku tidak mampu membayar denda Rp 170 juta yang diminta BWF.

Selain itu, kariernya yang sudah mentok juga menjadi alasan Putri tak ingin banding ke CAS.

"Saya dilarang main bulu tangkis, baik di level internasional maupun nasional. Saya memang sudah tidak main, paling kalau masih bermain hanya di kelas tarkam," ujar Putri dikutip dari Badminton Indonesia.

"Ini (denda Rp 170 juta) berat sekali. Seandainya mau membayar dan misalnya harus dicicil setiap bulan Rp 1 juta, itu artinya saya harus melunasinya selama 170 bulan atau 14 tahun. Bisa-bisa saya punya anak hingga besar pun tetap akan terus mencicil denda itu," kata Putri Sekartaji.

Wakil Sekretaris Jenderal PBSI, Edi Sukarno, mengatakan tak ada risiko masuk penjara jika Putri Sekartaji tidak membayar denda.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Barcelona Vs Madrid, Ancelotti Kantongi Rencana untuk Libas Blaugrana di El Clasico

Barcelona Vs Madrid, Ancelotti Kantongi Rencana untuk Libas Blaugrana di El Clasico

Liga Spanyol
Jumlah Minimal Pemain dalam Sepak Bola

Jumlah Minimal Pemain dalam Sepak Bola

Sports
Peralatan dalam Permainan Softball

Peralatan dalam Permainan Softball

Sports
Persita Vs Persikabo Jadi Panggung Kehebatan Pemain Brasil Cetak Gol Mematikan

Persita Vs Persikabo Jadi Panggung Kehebatan Pemain Brasil Cetak Gol Mematikan

Liga Indonesia
Link Live Streaming Persib Vs PSS, Kickoff 18.15 WIB

Link Live Streaming Persib Vs PSS, Kickoff 18.15 WIB

Liga Indonesia
Persib Vs PSS, Tekad Bek Maung Bandung Jaga Momentum Positif

Persib Vs PSS, Tekad Bek Maung Bandung Jaga Momentum Positif

Liga Indonesia
Link Live Streaming Denmark Open, Fajar/Rian Buka Perjuangan Indonesia di 8 Besar

Link Live Streaming Denmark Open, Fajar/Rian Buka Perjuangan Indonesia di 8 Besar

Liga Indonesia
Hasil FP1 MotoGP Emilia Romagna: Zarco Tercepat di Trek Basah, Quartararo Ke-18

Hasil FP1 MotoGP Emilia Romagna: Zarco Tercepat di Trek Basah, Quartararo Ke-18

Motogp
Ivan Carlos Akui Golnya Offside, Iwan Setiawan Dukung Evaluasi Wasit

Ivan Carlos Akui Golnya Offside, Iwan Setiawan Dukung Evaluasi Wasit

Liga Indonesia
Kritik Kualitas Wasit, Aji Santoso: Sudah Saatnya Gunakan VAR

Kritik Kualitas Wasit, Aji Santoso: Sudah Saatnya Gunakan VAR

Liga Indonesia
Profil Sirkuit Misano, Tempat Balapan Terakhir Rossi di Italia

Profil Sirkuit Misano, Tempat Balapan Terakhir Rossi di Italia

Sports
Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional Resmi Dibuka

Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional Resmi Dibuka

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Nepal: Beckham Ungkap Harapan, Menang Bukan Satu-satunya Tujuan

Timnas U23 Indonesia Vs Nepal: Beckham Ungkap Harapan, Menang Bukan Satu-satunya Tujuan

Liga Indonesia
Man United Vs Liverpool, Salah Bisa Jadikan Old Trafford 'Taman Bermain'

Man United Vs Liverpool, Salah Bisa Jadikan Old Trafford "Taman Bermain"

Liga Inggris
Dua Peraih Medali Emas Angkat Besi PON XX Papua 2021 Wakili Indonesia ke Uzbekistan

Dua Peraih Medali Emas Angkat Besi PON XX Papua 2021 Wakili Indonesia ke Uzbekistan

Sports
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.