2 Legenda PB Djarum Sebut Indonesia Punya Kans Besar untuk Juara Piala Thomas

Kompas.com - 08/09/2020, 10:00 WIB
Mantan pemain nasional, Hariyanto Arbi, mengawasi peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, Mantan pemain nasional, Hariyanto Arbi, mengawasi peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017,

KOMPAS.com - Piala Thomas dan Uber 2020 akan terselenggara di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang. Legenda bulu tangkis pun mulai angkat bicara mengenai peluang Indonesia pada ajang tersebut.

Dua legenda bulu tangkis nasional dari klub PB Djarum, Hariyanto Arbi dan Christian Hadinata, turut menyampaikan pandangan terkait Piala Thomas dan Uber 2020.

Menurut Hariyanto Arbi, yang pernah mencicipi gelar Piala Thomas 1994 dan 2000, Indonesia punya kans besar untuk merengkuh kembali titel tersebut.

Pasalnya, Indonesia kini memiliki pasangan ganda putra nomor satu dan dua dunia, yaitu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Baca juga: Pembinaan Atlet Bulu Tangkis PB Djarum Bisa Jadi Teladan bagi Olahraga Nasional

"Peluang Indonesia di Piala Thomas besar sekali dengan ganda nomor satu dan dua dunia berada di kita. Pemain tunggal juga bisa melawan pemain lain," uja Arbi dalam bincang virtual PB Djarum bersama media, Senin (7/9/2020).

Di sisi lain, untuk tim Uber, Arbi enggan mematok harapan terlalu jauh.

Pria yang dulu saat bermain memiliki julukan "Smash 100 Watt" itu menyebut babak semifinal sudah menjadi pencapaian bagus bagi tim Uber Indonesia.

Sementara itu, bagi Christian Hadinata, tim Piala Thomas Indonesia perlu mengatur strategi yang tepat dalam hal pemasangan pemain.

Adapun untuk tim Uber, Christian berharap Gregoria Mariska Tunjung dkk bisa membuat kejutan.

"Ya syukur-syukur bisa ke semifinal dan membuat kejutan sampai ke final," ucap Christian yang pernah menjuarai All England 1972 dan 1973.

Baca juga: Karena Covid-19, Thailand Resmi Mundur dari Piala Thomas-Uber 2020

Indonesia kali terakhir menjuarai Piala Thomas pada 18 tahun silam, atau tepatnya pada tahun 2002.

Kala itu, Indonesia menaklukkan Malaysia dengan kedudukan 3-2 pada laga final di Guangzhou, China.

Adapun untuk Piala Uber, Indonesia kali terakhir juara pada tahun 1996 di Hongkong. Saat itu, mereka mengalahkan China dengan skor 4-1 pada babak final.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X