Hendra Setiawan Akan Manfaatkan Simulasi Piala Thomas Sebaik Mungkin

Kompas.com - 31/08/2020, 21:20 WIB
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan Ahsan dan Hendra Setiawan bertanding melawan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto pada pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Ahsan dan Setiawan melaju ke final setelah menang 21-12, 18-21, dan 21-17. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGanda putra Indonesia, Mohammad Ahsan Ahsan dan Hendra Setiawan bertanding melawan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto pada pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Ahsan dan Setiawan melaju ke final setelah menang 21-12, 18-21, dan 21-17.

KOMPAS.com - Pemain ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, akan memanfaatkan turnamen simulasi Piala Thomas dan Uber 2020 sebaik mungkin.

Dalam keterangan resmi, PP PBSI bakal menggelar turnamen simulasi Piala Thomas dan Uber mulai Selasa (1/9/2020) hinggga Kamis (3/9/2020).

Turnamen bakal diawali dengan pertarungan tim Piala Thomas, sedangkan simulasi Piala Uber akan dihelar pada 8-10 September mendatang.

Hendra Setiawan menganggap turnaman simulasi ini sebagai pemanasan, sebelum turnamen utama di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober 2020.

Baca juga: Simulasi Jadi Ajang Pemanasan Hendra Setiawan Menuju Piala Thomas 2020

"Kalau soal persiapan, lebih banyak ke persiapan fokus nanti di lapangan," ucap Hendra, dilansir dari Antara.

"Karena di sini saya anggap pemanasam, target utamanya di Piala Thomas nanti. Mencoba untuk maksimal tetapi tetap menikmati setiap pertandingan di simulasi ini," kata tandem dari Mohammad Ahsan itu.

Pada turnamen simulasi Piala Thomas, ada empat grup yang akan bertarung dengan format setengah kompetisi.

Keempat grup akan saling bertemu untuk mengumpulkan poin kemenangan sebanyak mungkin untuk merebut gelar juara.

Hendra akan tetap berpasangan dengan Ahsan, berada di tim Banteng dan akan berhadapan dengan tim Harimau pada laga pertama.

Ahsan/Hendra menjadi motor tim Banteng, satu grup dengan Shesar Hiren Rhustavito, Gatjra Piliang Fiqihillahi Cupu, Yonatan Ramlie, dan Muh. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama.

"Soal peluang, saya rasa semua punya peluang karena memang timnya dibagi berdasarkan kekuatan pemain," kata Hendra melanjutkan.

"Memang sengaja dibuat kekuatannya merata. Dari tim Banteng semuanya punya peluang untuk menyumbang angka, lawan juga teman sendiri yang pastinya berat karena sudah sering ketemu dan sama-sama tidak mau kalah," tutur pebulu tangkis berusia 36 tahun itu.

Baca juga: Bisa Disaksikan Lewat Streaming, Berikut Jadwal Simulasi Piala Thomas 2020

Hendra berharap simulasi ini bisa menjadi tempat persiapan yang lebih matang menuju Piala Thomas karena para pemain lebih kurang sudah enam bulan tidak mengikuti turnamen.

"Lama tidak tanding itu memang bikin rasanya jadi beda di lapangan, tetapi semua pemain kan juga mengalami, jadi harus tetap siap," tutur Hendra.


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X