PBSI Akan Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber pada September 2020

Kompas.com - 24/07/2020, 20:58 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menjalani pertandingan babak penyisihan Grup B Piala Thomas 2018 antara Indonesia dan Kanada, di Impact Arena, Muang Thong Thani, Bangkok, Thailand, Minggu (20/5/2018). Anthony menang atas Jason Anthony Ho-Shue, 21-11, 21-18. KOMPAS/DENTY PIAWAI NASTITIEPebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menjalani pertandingan babak penyisihan Grup B Piala Thomas 2018 antara Indonesia dan Kanada, di Impact Arena, Muang Thong Thani, Bangkok, Thailand, Minggu (20/5/2018). Anthony menang atas Jason Anthony Ho-Shue, 21-11, 21-18.


KOMPAS.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia ( PBSI) berencana menggelar turnamen simulasi Piala Thomas dan Uber.

Simulasi Piala Thomas dan Uber direncanakan digelar di pelatnas Cipayung pada September 2020.

Rencana tersebut berangkat dari kesuksesan PBSI menggelar turnamen internal bertajuk PBSI Home Tournament.

PBSI Home Tournament ditutup dengan pertandingan sektor tunggal putri di mana Gregoria Mariska Tunjung keluar sebagai juaranya.

Gregoria Mariska mengalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani, dengan skor 21-17, 21-10 pada final PBSI Home Tournament yang dihelat di Hall pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Jonatan Christie-Anthony Ginting Kompak Sebut Piala Thomas 2020 Jadi Prioritas

Selain itu, belum adanya kepastian soal kelanjutan turnamen BWF membuat PBSI memutuskan menggelar simulasi untuk mematangkan kesiapan timnas bulu tangkis Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber 2020.

Nantinya, simulasi itu akan menjadi wadah untuk memperkuat kekompakkan, rasa percaya satu sama lain, dan kerja tim sebelum terjun langsung di turnamen bergengsi dua tahunan itu.

Adapun Piala Thomas dan Uber 2020 dijadwalkan berlangsung di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

"Saat ini BWF (Badminton World Federation) sedang berdiskusi dengan tuan rumah terkiat protokol kesehatan yang harus dilalui atlet," ucap Achmad Budiharto yang dilansir dari Badminton Indonesia.

"Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi BWF. Karena itu, kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami," katanya melanjutkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X