Tontowi/Liliyana Pernah Merasa Tertekan karena Praveen/Debby Raih Gelar Juara All England

Kompas.com - 22/05/2020, 23:00 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016). GOH CHAI HIN/AFP PHOTOPasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016).

KOMPAS.com - Liliyana Natsir mengungkapkan masa-masa sulitnya bersama Tontowi Ahmad sebelum akhirnya meraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Satu tahun sebelum sukses membawa pulang medali emas, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir lebih dulu mengalami masa-masa suram.

Mengutip Badminton Indonesia, Liliyana Natsir menyebut tahun 2015 hingga awal 2016 menjadi tantangan terberat baginya dan juga Tontowi Ahmad.

Tontowi/Liliyana yang saat itu merupakan ganda campuran nomor satu Indonesia jelas menanggung banyak ekspektasi di pundak mereka.

Akan tetapi, pada saat itu mereka justru harus berjuang keras keluar dari keterpurukan kala hanya mendapat satu gelar juara.

Baca juga: Tekanan Non-Teknis Tontowi/Liliyana di Olimpiade, Sama-sama Sensitif

"Waktu itu ekspektasi orang tinggi, dan kami lagi terpuruk sekali karena hanya dapat satu gelar juara sebelum Olimpiade," kata Liliyana Natsir.

"Owi (sapaan Tontowi Ahmad) tidak marah sama saya. Saya pun demikian ke Owi. Namun, namanya pemain dapat hasil minor itu situasinya tidak ribut tapi ya tidak akur juga. Damai tapi gersang, seperti lagi perang dingin," ungkapnya.

Seperti diketahui, Tontowi/Liliyana memang mengalami pasang surut pada tahun-tahun tersebut.

Tontowi/Liliyana hanya meraih gelar juara Indonesia Masters dan Kejuaraan Asia pada 2015. Pada tahun itu, mereka gagal mengamankan satu pun gelar super series (saat ini BWF World Tour).

Memasuki 2016, performa mereka belum juga membaik. Menjelang Olimpiade, Tontowi/Liliyana hanya berhasil meraih satu gelar juara super series, yakni Malaysia Open.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X