Tontowi Ahmad Berharap Gelar Juaranya Jadi Motivasi bagi Para Pemain Muda

Kompas.com - 20/05/2020, 21:40 WIB
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyatna Natsir saat melawan ganda Campuran Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja saat pertandingan Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Tontowi dan Liliyatna berhasil lolos ke babak perempat final usai menang dengan skor 21-16 dan 21-12. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIGanda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyatna Natsir saat melawan ganda Campuran Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja saat pertandingan Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Tontowi dan Liliyatna berhasil lolos ke babak perempat final usai menang dengan skor 21-16 dan 21-12.


KOMPAS.com - Tontowi Ahmad berharap para juniornya bisa melanjutkan prestasi yang ia raih bersama Liliyana Natsir.

Tontowi Ahmad baru saja memutuskan pensiun pada Senin (18/5/2020), mengikuti jejak Liliyana Natsir yang lebih dulu gantung raket pada 2019 lalu.

Bersama Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad sudah meraih sejumlah gelar presitisius.

Selain gelar juara turnamen BWF World Tour, prestasi Tontowi/Liliyana yang bakal terus dikenang yakni hattrick All England (2012-2014), dua kali juara dunia (2013 dan 2015), dan medali emas Olimpiade Rio 2016.

Tontowi pun berharap serangkaian prestasinya itu bisa membuat para juniornya termotivasi untuk mengikuti jejaknya dan Liliyana Natsir.

Baca juga: Resmi Gantung Raket, Tontowi Ahmad Bicara soal Puncak Prestasi

"Mudah-mudahan apa yang saya dan Cik Butet (sapaan akrab Liliyana Natsir) raih bisa jadi motivasi untuk para pemain muda," kata Tontowi Ahmad dikutip dari Badminton Indonesia.

"Yang penting harus punya mindset seorang juara yaitu jangan pernah cepat puas. Sekarang juara, besok kejar gelar lagi. Kalau ada target, latihan juga jadi lebih semangat," imbuhnya.

Tontowi Ahmad memulai debut turnamen internasionalnya di Indonesia Open 2006 saat masih berusia 19 tahun.

Namanya kian melejit kala ia dipasangkan dengan Liliyana Natsir pada 2010.

Sejak saat itu, duet Tontowi/Liliyana menjadi salah satu ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Usai Liliyana pensiun, Tontowi Ahmad sempat dipasangkan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow.

Namun, Tontowi/Winny belum mampu tampil impresif sepanjang kalender turnamen BWF 2019. Alhasil, keduanya mengakhiri kerja sama.

Tontowi lalu memulai tahun 2020 dengan menjalani debutnya bersama Apriyani Rahayu di Indonesia Masters 2020.

Namun, debutnya bersama Apriyani Rahayu tak bisa melaju lebih jauh ke babak perempat final setelah dikalahkan pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X