Tantangan Indonesia dalam Upaya Melunasi Status Favorit Juara di Piala Thomas

Kompas.com - 06/05/2020, 10:30 WIB
tim Piala Thomas Indonesia 2016 bersama ketua BWF, Poul Erik Hoyer Larsen badmintonindonesiatim Piala Thomas Indonesia 2016 bersama ketua BWF, Poul Erik Hoyer Larsen

KOMPAS.com - Tim nasional bulu tangkis Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan untuk bisa menjadi juara lagi dalam turnamen bergengsi Piala Thomas 2020.

Seperti diketahui, Indonesia menyandang status sebagai unggulan pertama dalam turnamen yang bakal berlangsung di Arrhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020 mendatang.

Tim Piala Thomas mengungguli Jepang yang diunggulkan di tempat kedua, serta China dan Denmark yang menempati status unggulan 3/4.

Indonesia kemudian diharapkan bisa melunasi status favorit juara itu dalam kejuaraan beregu dua tahunan tersebut. 

Tim Piala Thomas juga dihadapkan oleh persiapan yang belum maksimal akibat pandemi virus corona.

Baca juga: 5 Negara dengan Koleksi Trofi Piala Thomas Terbanyak, Indonesia di Atas China

Kendati sudah diundur dari Agustus hingga Oktober nanti, sisa waktu lima bulan menjelang putaran final Piala Thomas 2020 belum tentu bisa dimanfaatkan penuh untuk persiapan.

Hal itu disebabkan karena program latihan yang belum bisa berjalan maksimal akibat dari pandemi virus corona.

Meski demikian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti, tetap menegaskan Piala Thomas dan Uber 2020 menjadi turnamen prioritas bagi atlet pelatnas.

"Thomas dan Uber ini salah satu turnamen yang menjadi prioritas utama PBSI. Anak-anak sudah mulai mempersiapkan diri lagi," kata Susi Susanti kepada Antara.

"Akan tetapi tentu belum 100 persen kondisinya mengingat masih dalam situasi pandemi, kami lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet. Jangan sampai sakit."

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X