Kendala PBSI Andai Indonesia Open 2020 Digelar Tanpa Penonton

Kompas.com - 08/04/2020, 17:40 WIB
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGanda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16.

KOMPAS.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia ( PBSI) bakal memiliki kendala jika mereka menggelar Indonesia Open 2020 tanpa penonton.

Turnamen level Super 1000 itu resmi ditunda oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Indonesia Open 2020 seharusnya dihelat di Istora Senayan, 16-21 Juni mendatang, namun batal akibat pandemi Covid-19.

PBSI pun mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI yang diadakan secara teleconference pada Rabu (8/4/2020), guna membahas kelanjutan Indonesia Open dan turnamen-turnamen bulu tangkis lainnya di Tanah Air.

Baca juga: PBSI Memaklumi Keputusan BWF yang Menunda Indonesia Open 2020

Ada wacana menggelar Indonesia Open tanpa penonton. Namun, PBSI menilai, jika itu dilaksanakan, akan ada kendala yang dihadapi.

"Kendala perizinan, lalu dengan peserta. Karena turnamen internasional, ada banyak pemain luar negeri dan akan banyak larangan yang akan mereka hadapi, sponsor pun pasti keberatan," ucap Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto.

"Turnamen ini didukung sponsor dalam pendanaan, makanya sulit untuk bisa menggelar (tanpa penonton)," kata dia.

Budiharto mencontohkan turnamen Badminton Asian Team Championship 2020 di Filipina yang dihelat tanpa penonton.

"Saya dapat kabar bisa ada protes keras dari sponsor dan pendukungnya," tutur dia.

Sementara itu, tidak hanya Indonesia Open, BWF juga menangguhkan turnamen-turnamen bulu tangkis yang rencananya bergulir dari Mei hingga Juli 2020.

Secara total, ada 13 turnamen bulu tangkis dunia yang ditunda akibat pandemi corona.

Baca juga: Termasuk Indonesia Open, BWF Resmi Tunda Kompetisi hingga Juli 2020

Pebulu tangkis ganda putri Jepang Sayaka Hirota dan Yuki Fukushima saat melawan ganda putri Jepang Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Yuki dan Sayaka berhasil menjadi juara usai mengalahkan Misaki dan Ayaka dengan 21-16, 21-18.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pebulu tangkis ganda putri Jepang Sayaka Hirota dan Yuki Fukushima saat melawan ganda putri Jepang Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Yuki dan Sayaka berhasil menjadi juara usai mengalahkan Misaki dan Ayaka dengan 21-16, 21-18.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X