Keberhasilan Praveen/Melati Juarai All England 2020 Bukan Sebuah Kejutan

Kompas.com - 07/04/2020, 09:00 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraannya seusai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8. ANTARA FOTO/ACTION IMAGES via REUTERS/ANDREW BOYERSPebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraannya seusai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan pasangan ganda campuran asal Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjuarai All England 2020 dinilai bukan sebuah kejutan.

Pendapat itu dilontarkan asisten pelatih ganda campuran nasional Indonesia, Nova Widianto.

Menurut Nova Widianto, persiapan kedua anak didiknya tersebut sangat matang.

Tak hanya itu, secara personal, Praveen Jordan juga memiliki sejarah juara di Arena Birmingham.

Pada 2016, Praveen sukses naik ke podium kampiun All England Open untuk kali pertama bersama tandemnya saat itu, Debby Susanto.

Duet Praveen/Debby menjadi juara setelah mengalahkan wakil Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dengan skor 21-12, 21-17.

Baca juga: Keseharian Praveen/Melati Hadapi Wabah Corona, dari Main Game hingga Nonton Drama Korea

Meski begitu, bukan berarti perjuangan Praveen/Melati menuju podium kampiun pada tahun ini menjadi lebih mudah.

Sebaliknya, pasangan yang kini menempati peringat keempat dunia itu harus berjuang keras pada setiap pertandingan, termasuk laga final All England.

Menjumpai wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, Praveen/Melati dipaksa bermain tiga gim dulu sebelum akhirnya menang dengan skor 21-15, 17-21, 21-8.

Baca juga: Saat Praveen/Melati Juara All England di Tengah Pandemi Virus Corona...

"Persiapan mereka kali ini sungguh baik. Kita sudah melihat Praveen memiliki kendala non-teknis, sedangkan Meli (Melati) bermasalah dengan pertahanannya," ucap Nova, dilansir BolaSport.com dari laman resmi BWF.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti mengangkat tangan di podium usai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.ANTARA FOTO/ACTION IMAGES via REUTERS/ANDREW BOYERS Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti mengangkat tangan di podium usai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X