Tim Tunggal Putra China Lega Olimpiade Tokyo Ditunda

Kompas.com - 02/04/2020, 20:40 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra China, Chen Long, melawan tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, dalam babak pertama Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Rabu (17/7/2019). KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra China, Chen Long, melawan tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, dalam babak pertama Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Tim tunggal putra China merasa diuntungkan dengan penundaan Olimpiade Tokyo.

Ada dua pemain tunggal putra yang diandalkan China untuk bisa mempertahankan medali emas Olimpiade di sektor tunggal putra.

Harapan Malaysia terletak di pundak Chen Long dan Shi Yu Qi.

China selalu meraih emas tunggal putra sejak Olimpiade Beijing 2008 hingga Olimpiade Rio 2016.

China hanya tersingkir dari final saat Olimpiade Athena 2004.

Saat itu, Taufik Hidayat (Indonesia) mengalahkan Shon Seung-mo (Korea Selatan) untuk mempersembahkan medali emas.

Pada Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, keping medali emas menjadi milik Lin Dan.

Lin Dan meneruskan tradisi medali emas China setelah terakhir kali tunggal putra China, Ji Xinpeng, meraihnya pada Olimpiade Sydney 2000.

Chen Long sendiri adalah pemain tunggal putra China terakhir merengkuh medali emas setelah mengalahkan Lee Chong Wei (Malaysia) pada partai final tahun 2016.

Baca juga: Malaysia Masters 2020, Chen Long Tekuk Juara Bertahan yang Pincang

Pada Olimpiade Tokyo 2020, peluang China untuk merebut medali emas sedikit berkurang menyusul kehadiran Kento Momota (Jepang) dan Chou Tien Chen (Taiwan) yang saat ini masing-masing menduduki peringkat pertama dan kedua dunia.

Kebangkitan Viktor Axelsen (Denmark) yang menjuarai All England Open 2020 juga menjadi ancaman bagi tunggal putra China.

Selain itu, ada bintang muda yang mampu bersaing di level elite dunia yakni dua tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Selanjutnya, ada Anders Antonsen (Denmark) dan Lee Zii Jia (Malaysia) yang tren penampilannya semakin menanjak.

Tentu saja ada kekhawatiran dari pihak China karena  performa Chen Long (31) telah menurun dalam dua tahun terakhir.

Sementara itu, Shi Yu Qi (24) masih menemukan cara mengembalikan performa terbaiknya setelah keluar menjadi juara All England dan BWF World Tour Finals 2018.

Shi Yu Qi saat ini masih dalam masa pemulihan cedera pergelangan kaki yang cukup berat.

Olimpiade Tokyo 2020 yang sedianya akan digelar pada 24 Juli-9 Agustus tahun ini diundur pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

Penundaan selama setahun diharapkan memberi waktu bagi tunggal putra China untuk bangkit ke permainan terbaik mereka.

Media China, Sina Sports yang dilansir BolaSport.com dari The Star mengatakan bahwa penangguhan Olimpiade 2020 selama setahun membuat tim tunggal putra lega.

Baca juga: Lolos, Jonatan Christie Tantang Tunggal Putra China di Perempat Final

Dalam kurun waktu tersebut, pelatih tunggal putra China, Li Mao, akan berusaha mengubah Chen Long dan Shi Yu Qi sebagai penantang medali emas Olimpiade 2020.

Li Mao dikenal setelah melatih Lee Chong Wei selama lima tahun sejak 2005.

Kini, Li Mao kembali bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis China (CBA) pada Agustus 2019 untuk menghidupkan kembali kejayaan tunggal putra China. Li sebelumnya meninggalkan CBA pada 1998 dan sempat bergabung sebagai pelatih di Indonesia.

"Li Mao perlu melakukan sentuhan magis kepada Chen Long. Performa Chen Long sudah mulai membaik dengan mengalahkan peraih emas Asian Games 2018, Jonatan Christie untuk mempertahankan gelar pada French Open 2019," kata Sina Sports.

"Gelar itu merupakan sebuah terobosan karena menjadi satu-satunya titel yang diraih Chen pada kalender BWF World Tour 2019."

Adapun Shi Yu Qi memiliki waktu untuk sepenuhnya pulih dari cedera.

"Meskipun sementara sudah lolos ke Olimpiade, dia masih jauh dari penampilan terbaik. Kalau bukan karena cedera, Shi bisa bersaing ketat dengan Momota untuk peringkat pertama dunia."

Namun, Momota juga tengah menjalani pemulihan setelah mengalami kecelakaan pada 13 Januari lalu di Malaysia tepatnya beberapa jam setelah memastikan gelar di ajang Malaysia Masters 2020. (Delia Mustikasari)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X