Carolina Marin Hilang Konsentrasi Bertanding karena Penyakit Ayahnya

Kompas.com - 26/03/2020, 11:00 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin melawan wakil Korea Selatan, An Se-Young saat pertandingan babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Carolina Marin menang dengan skor 21-16, 18-21 dan 5-21. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin melawan wakil Korea Selatan, An Se-Young saat pertandingan babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Carolina Marin menang dengan skor 21-16, 18-21 dan 5-21.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin mengaku bahwa penyakit yang diderita sang ayah telah mengganggu konsentrasi dan juga mental bertandingnya.

Kendala itu tak cuma terjadi saat tampil pada All England 2020, tetapi juga pada Barcelona Spain Masters 2020, turnamen yang diharapkan dijuarai oleh Carolina Marin.

Dikutip dari BolaSport.com, Carolina Marin takluk dari Tai Tzu Ying (Taiwan), pada laga semifinal turnamen All England 2020.

Marin dikalahkan Tai Tzu Ying dengan skor 21-19, 13-21, 11-21 dalam tempo satu jam dua menit.

Baca juga: Soal Pemotongan Gaji di Tengah Pandemi Corona, Skuad Barcelona Terbelah

Selain menghentikan kiprahnya pada turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut, hasil itu juga memperpanjang daftar kekalahan Marin dari Tai menjadi sembilan kali.

Adapun Marin baru bisa mengatasi permainan Tai sebanyak enam kali saja, salah satunya terjadi pada semifinal All England Open 2015.

Kala itu, Marin mengalahkan Tai dengan skor 21-18, 21-11 sebelum menyelesaikan turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut dengan naik ke podium kampiun.

Marin mengakui, ada perbedaan mencolok yang terjadi pada pertemuannya dengan Tai pada tahun ini dan lima tahun lalu.

Baca juga: Saat Praveen/Melati Juara All England di Tengah Pandemi Virus Corona...

"Saya mendapat masalah sulit, semua orang berharap bisa menyaksikan saya menjadi juara di sana (Barcelona). Saya memang tidak merasa nyaman, tetapi saya ingin bermain," tutur Marin seperti dilansir BolaSport.com dari laman resmi BWF.

"Semua orang bilang bahwa merupakan hal mudah untuk saya menjadi juara di Barcelona. Namun, saya bilang kami harus lihat per laga, setiap musuh berat dan mereka semua ingin mengalahkan saya."

"Saya tidak tampil 100 persen, tetapi saya ingin tetap meningkatkan permainan saya dan fokus pada strategi. Saya harus kembali, saya punya situasi personal. Ayah saya berada di rumah sakit selama sebulan, dia betul-betul sakit, dan saya harus kembali ke Spanyol," kata Marin lagi.

Pasca-All England Open 2020, peringkat dunia Carolina Marin naik satu setrip ke urutan keenam.

Sebelumnya, juara Olimpiade Rio 2016 itu berada di peringkat ketujuh dunia. (Diya Farida Purnawangsuni)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X