Marcus Gideon Harap Pedagang Tak Cari Untung Besar di Tengah Corona

Kompas.com - 25/03/2020, 14:40 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin saat pertandingan babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Marcus/Kevin menang dua gim langsung atas Goh/Nur dengan skor 21-13, 23-21, dalam tempo 35 menit. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin saat pertandingan babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Marcus/Kevin menang dua gim langsung atas Goh/Nur dengan skor 21-13, 23-21, dalam tempo 35 menit.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, berharap pedagang tidak memanfaatkan pandemi virus corona untuk mencari keuntungan.

Harapan itu diungkapkan Marcus lewat akun Instagram pribadinya, Selasa (24/3/2020).

Dengan mengunggah foto bersama putra dan istrinya, Marcus juga berharap pandemi virus corona bisa segera berakhir.

"Mari kita berdoa agar negeri ini diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk bisa melewati semuanya. Amin," kata Marcus.

"Tolong, untuk penjual alat medis dan bahan pokok jangan sengaja dimahal-mahalin untuk mencari untung besar di saat seperti ini. Semoga Tuhan memberkati kalian semua," ujar Marcus menambahkan.

Baca juga: Ganda Putri Jepang Tersipu Malu Saat Hendak Berfoto dengan Marcus/Kevin

Saat ini Marcus Gideon sedang menjalani aturan isolasi mandiri dari PP PBSI selama 14 hari di Pelatnas Cipayung.

Tidak hanya Marcus, semua atlet, pelatih, dan ofisial tim Indonesia yang mengikuti All England Open 2020 juga menjalani isolasi mandiri.

Aturan itu diberlakukan PP PBSI untuk mengantisipasi risiko kontingen Indonesia terjangkit virus corona.

PP PBSI saat ini juga membatasi akses masuk dan keluar di Pelatnas Cipayung.

Terkini, Selasa (24/3/2020), pelatih ganda putra Indonesia, Hendry Saputra, dinyatakan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Baca juga: Termasuk Final Marcus/Kevin, Ini 5 Laga Terbaik All England 2020 Pilihan BWF

Hendry Saputra dikabarkan mengalami gejala seperti demam dan mual tujuh hari setelah menjalani isolasi mandiri.

Hasil CT scan ditemukan terdapat flek di paru-paru kiri Hendry Saputra sehingga harus dibawa ke rumah sakit rujukan.

Setelah Hendry Saputra berstatus PDP, PP PBSI memperpanjang masa isolasi mandiri di Cipayung sampai awal April.

Kontingen Indonesia yang mengikuti All England Open 2020 dalam waktu dekat juga akan menjalani tes Covid-19.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Instagram
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X