Sejak 2012, Sektor Ganda Jadi Tumpuan Indonesia di All England

Kompas.com - 16/03/2020, 13:00 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti berpose di podium usai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8. ANTARA FOTO/ACTION IMAGES via REUTERS/ANDREW BOYERSPebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti berpose di podium usai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.

KOMPAS.com - Turnamen bergengsi All England 2020 baru saja selesai digelar di Arena Birmingham, Inggris, pada Minggu (15/3/2020).

Dari dua wakil Indonesia yang berlaga di final, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses menjadi juara All England 2020.

Sementara itu, pasangan ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, harus puas berada di podium kedua usai kalah dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang).

Melihat penyelenggaraan All England dalam delapan tahun terakhir, rasanya pantas jika sektor ganda, khususnya ganda putra dan ganda campuran Indonesia, menjadi yang paling sukses menyumbang trofi untuk Indonesia.

Baca juga: Hasil All England 2020, Praveen/Melati Juara, Target PBSI Tercapai

Sejak 2012, Indonesia hanya tercatat absen juara All England pada penyelenggaraan 2015.

Ganda campuran dan ganda putra bergantian memberikan gelar juara All England bagi Tanah Air.

Kala itu, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi runner-up, sedangkan Praveen Jordan/Debby Susanto harus terhenti pada semifinal.

Tontowi/Liliyana berhasil menyudahi puasa gelar 33 tahun ganda campuran Indonesia saat berhasil menjadi juara All England 2012.

Sebelumnya, satu-satunya ganda campuran Indonesia yang berhasil menjadi juara All England yakni Christian Hadinata/Imelda Wiguna pada tahun 1979.

Saat itu, Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat keempat menang 21-17, 21-19 atas wakil Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X