Kompas.com - 05/03/2020, 08:00 WIB
Pebulu tangkis Jepang Kento Momota berpose dengan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di atas podium, usai partai final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, 17-21. AFP / THEODORE LIMPebulu tangkis Jepang Kento Momota berpose dengan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di atas podium, usai partai final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, 17-21.
|

KOMPAS - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, memberi respons terkait anggapan bahwa dia dapat menghentikan langkah Kento Momota di Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam perjalanan kariernya, Anthony Sinisuka Ginting punya rivalitas tinggi dengan Kento Momota yang merupakan pebulu tangkis Jepang sekaligus tunggal putra nomor satu dunia.

Bahkan, rivalitas keduanya diberi julukan "Momogi" karena sering terlibat pertarungan sengit.

Persaingan tersebut membuat salah satu pelatih Jepang mengatakan Ginting bakal jadi pesaing serius bagi Kento Momota untuk meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: IOC Setujui Proposal Lokasi Pertandingan Olimpiade Paris 2024

Menanggapi pernyataan dari salah satu pelatih Jepang tersebut, Anthony Sinisuka Ginting mengaku bangga.

"Anggapan itu menjadi nilai plus. Jadi, saya diperhitungkan dengan negara lain. Yang pasti, saya tidak mau di situ saja. Ingin memberi lebih lagi," kata Anthony ditemui BolaSport di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020).

"Sebelum Momota, saya juga bertemu musuh-musuh lain. Pertama, saya pasti ingin memberi bukti juga dan kedua saya tidak mau lengah menghadapi rival lain," ucap Anthony.

Di luar lapangan, Anthony mengaku tidak pernah mengobrol dengan Momota.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Olimpiade Tokyo 2020 Terancam Ditunda hingga Akhir Tahun

"Saya tidak pernah mengobrol dengan Momota, tetapi kalau bertemu di podium sambil menunggu dia suka mengajak mengobrol. Kalau kami tidak bertemu di final, beres main sudah selesai," ujar Anthony.

"Salah satu kelebihan atlet Jepang itu pantang menyerah. Momota juga sosok yang pintar di lapangan. Dia bisa membaca kondisi di lapangan. Misalnya, musuh lagi bagus di sini, dia mengatasinya bagaimana. Musuh terlihat capek, dia tahu apa yang harus dilakukan," ucapnya.

Halaman:

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil dan Klasemen Liga Italia: Sarat Sejarah, AC Milan Pesta Gol, Juventus Jaga Asa

Hasil dan Klasemen Liga Italia: Sarat Sejarah, AC Milan Pesta Gol, Juventus Jaga Asa

Liga Italia
Sepi Pemasukan, Begini Kiat Arema FC Penuhi Kriteria Finansial Lisensi Klub AFC

Sepi Pemasukan, Begini Kiat Arema FC Penuhi Kriteria Finansial Lisensi Klub AFC

Liga Indonesia
Pembaruan State of Survival, Kehadiran Versi Baru Moyo Grand Prix

Pembaruan State of Survival, Kehadiran Versi Baru Moyo Grand Prix

Liga Indonesia
Klopp: Bukan Salah Man United jika Liverpool Gagal ke Liga Champions

Klopp: Bukan Salah Man United jika Liverpool Gagal ke Liga Champions

Liga Inggris
Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barca Menyerah, Atletico Perlebar Jarak

Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barca Menyerah, Atletico Perlebar Jarak

Liga Spanyol
Kekecewaan Gloria Emanuelle Widjaja Usai Pembatalan Singapore Open 2021

Kekecewaan Gloria Emanuelle Widjaja Usai Pembatalan Singapore Open 2021

Badminton
Hafiz/Gloria Gagal ke Olimpiade Tokyo, Bagaimana Langkah PBSI?

Hafiz/Gloria Gagal ke Olimpiade Tokyo, Bagaimana Langkah PBSI?

Badminton
Hasil Liga Inggris Chelsea Vs Arsenal, The Gunners Menangi Derbi London

Hasil Liga Inggris Chelsea Vs Arsenal, The Gunners Menangi Derbi London

Liga Inggris
Hasil Sassuolo Vs Juventus: Ronaldo-Dybala Bikin Rekor, Bianconeri Menang

Hasil Sassuolo Vs Juventus: Ronaldo-Dybala Bikin Rekor, Bianconeri Menang

Liga Italia
Hasil Liga Italia - AC Milan Pesta 7 Gol, Inter Milan Bungkam AS Roma

Hasil Liga Italia - AC Milan Pesta 7 Gol, Inter Milan Bungkam AS Roma

Liga Italia
Link Live Streaming Inter Milan Vs AS Roma - Kickoff 01.45 WIB

Link Live Streaming Inter Milan Vs AS Roma - Kickoff 01.45 WIB

Liga Italia
Inter Diburu Waktu: Bayar Rp3,4 Triliun atau Ditendang dari Serie A dan UCL

Inter Diburu Waktu: Bayar Rp3,4 Triliun atau Ditendang dari Serie A dan UCL

Liga Italia
Link Live Streaming Torino Vs AC Milan - Kickoff 01.45 WIB

Link Live Streaming Torino Vs AC Milan - Kickoff 01.45 WIB

Liga Italia
Bersanding dengan Skateboard, 4 Cabor Ini Memulai Debut di Olimpiade Tokyo

Bersanding dengan Skateboard, 4 Cabor Ini Memulai Debut di Olimpiade Tokyo

Sports
Olimpiade Tokyo, Skateboard Lanjutkan Kualifikasi

Olimpiade Tokyo, Skateboard Lanjutkan Kualifikasi

Sports
komentar
Close Ads X