Pelatih Tim Ganda Putra Indonesia Ungkap Tips Jitu agar Marcus/Kevin Tidak Tertekan Jelang Olimpiade 2020

Kompas.com - 02/03/2020, 13:41 WIB
Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, berpose seusai menjawab pertanyaan dari awak media di area mixed zone Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018). BOLASPORT.COM/ DIYA FARIDA PURNAWANGSUNIPelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, berpose seusai menjawab pertanyaan dari awak media di area mixed zone Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018).

KOMPAS.com - Pelatih tim bulu tangkis ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengaku punya beberapa tips agar Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo tidak tertekan dengan status unggulan pada Olimpiade 2020.

Herry Iman Pierngadi menyampaikan hal tersebut saat berada di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sudah dipastikan akan tampil pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar pada Juni hingga Agustus mendatang.

Jelang event olahraga terbesar di dunia itu, sang pelatih kepala ganda putra Indonesia ini mengatakan, dia sudah memikirkan sejumlah cara untuk menjaga Marcus/Kevin agar tidak tertekan dengan status pemain unggulan.

Baca juga: Marcus/Kevin Mulai Tambah Porsi Latihan Jelang Olimpiade Tokyo 2020

"Saya pasti harus bicara lebih dekat ke mereka, kasih masukan dan contoh. Ada beberapa cara untuk menjaga mereka agar jangan terbebani," kata Herry yang dilansir dari laman BolaSport.com.

"Memang kalau kita bicara kesannya gampang, tetapi ini semua usaha. Tetap pada akhirnya kembali ke mereka yang mengalami," Herry menambahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pelatih yang kini berusia 57 tahun, juga mempunyai cara lain agar pasangan ganda putra nomor satu dunia itu tidak terbebani.

Herry Iman Pierngadi mengatakan, dia akan berkonsultasi dengan psikolog tim dan mengundang mantan pemain ganda putra senior yang sudah berpengalaman meraih emas di Olimpiade.

Herry mengungkapkan bahwa dengan mendatangkan mantan atlet yang pernah meraih medali emas Olimpiade akan sangat membantu mereka untuk mengatasi beban ekspektasi yang dirasakan.

"Salah satunya cara mungkin saya akan gandeng psikolog di pelatnas kalau mereka setuju. Kalau tidak pun, saya akan ajak mereka bertemu pemain ganda putra yang pernah juara Olimpiade," ujarnya.

Halaman:

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.