Kejuaraan Badminton Asia 2020 di Wuhan Masih Tanda Tanya

Kompas.com - 24/02/2020, 13:30 WIB
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu bertanding melawan ganda putri Denmark, Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen pada pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan Jakarta, Minggu (19/1/2020). Greysia - Apriyani juara ganda putri setelah menang 18-21, 21-11, dan 23-21. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGanda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu bertanding melawan ganda putri Denmark, Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen pada pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan Jakarta, Minggu (19/1/2020). Greysia - Apriyani juara ganda putri setelah menang 18-21, 21-11, dan 23-21.

KOMPAS.com - Wabah virus corona belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hal ini membuat perhelatan turnamen Badminton Asia Championship (BAC) atau Kejuaraan Badminton Asia 2020 masih diselimuti tanda tanya.

Kejuaraan Asia 2020 rencananya akan berlangsung di Wuhan, China, pada 21-26 April mendatang.

Baca juga: Keyakinan Berbeda PBSI untuk Tim Putra dan Putri pada Piala Thomas-Uber

Masalahnya, Wuhan merupakan daerah asal mula penyebaran virus corona (Covid-19).

Virus tersebut sudah menginfeksi sekitar 76.000 orang dan menewaskan lebih dari 2.000 jiwa.

Dilansir dari New Strait Times, Konfederasi Bulu Tangkis Asia sedang mencari tuan rumah baru untuk Kejuaraan Asia 2020.

"Kami sedang mengusahakan mencari tempat baru untuk menyelenggarakan Kejuaraan Asia," kata seorang sumber dari dalam Konfederasi Bulu Tangkis Asia, seperti dikutip dari BolaSport.

Kejuaraan Badminton Asia 2020 bukan satu-satunya turnamen yang terancam atau terkena dampak virus Covid-19.

Sebelum ini, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sudah membatalkan China Masters 2020.

Baca juga: Bebas dari Virus Corona, Tim China Siap Ikut 3 Turnamen BWF di Eropa

Tim nasional China dan Hong Kong juga harus mundur dari Kejuaraan Beregu Asia 2020 di Manila, Filipina, karena mendapat larangan bepergian sehingga undian fase grup harus diulang.

Hal sama terjadi dengan tim putri India yang memutuskan mundur.

Pertandingan kejuaraan tersebut juga harus dilaksanakan tanpa penonton.

Namun, hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari BAC terkait perkembangan Kejuaraan Badminton Asia 2020. (Lariza Oky Adisty)


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X