
Petualang |
|
Jumat, 5 September 2008 | 07:41 WIB
Bicara soal politik di Tibet bisa berakhir runyam. Jangan sembarangan berdiskusi tentang Dalai Lama, kontroversi Panchen Lama, kehidupan beragama, dan hal-hal sensitif lainnya.
Dibaca 3060 kali |
0 Komentar
Di lokasi ini digelar setidaknya 41 macam kue tradisional khas suku Banjar, di Kalsel, seperti kue amparan tatak, kraraban, lamang, cingkarok batu, dan banyak lagi.
GEREJA di sudut Jalan Pangeran Jayaarta dan Jalan Mangga Dua, Jakarta Barat, seperti raksasa tua yang membatu di tengah hiruk-pikuk kemacetan kotak
Pelaku pariwisata di Sumatera Barat meminta pemerintah tingkat kabupaten/kota untuk ikut mendukung pariwisata saat bulan puasa.
|
Kamis, 4 September 2008 | 05:14 WIB Sebuah kamera saku berhasil saya selundupkan, tetapi di dalam pagoda tiba-tiba kamera itu rusak. Mungkin Buddha juga tak suka melihat saya curang. Dibaca 3232 kali | 3 Komentar Rabu, 3 September 2008 | 07:27 WIB Salah satu hal yang membuat saya cukup ternganga melihat modernitas Tibet, kehidupan kuno di atap dunia yang diarak menyambut abad milenium, adalah pemandangan biksu-biksu bertelepon genggam. Dibaca 4861 kali | 4 Komentar Selasa, 2 September 2008 | 07:26 WIB Kotoran manusia bertebaran di trotoar. Orang Tibet, dari anak-anak sampai kakek nenek, laki-laki maupun perempuan, seenak hati tanpa sungkan berhajat di pinggir keramaian. Dibaca 4857 kali | 3 Komentar Senin, 1 September 2008 | 07:21 WIB Berat sekali rasanya mengeluarkan uang sebanyak itu untuk tiket masuk tempat ibadah. Saya tak pernah setuju kalau tempat ibadah menarik karcis dengan memaksa. Dibaca 5311 kali | 0 Komentar Jumat, 29 Agustus 2008 | 07:49 WIB Bendera merah dengan lima bintang emas berkibar di seluruh penjuru Lhasa. Provinsi ini sedang bersolek merayakan empat puluh tahun berdirinya TAR. Dibaca 4646 kali | 5 Komentar Kamis, 28 Agustus 2008 | 07:17 WIB Di sini yang berpakaian biksu bukan semuanya biksu. Banyak lama palsu yang pekerjaannya menipu, menggunakan nama Budha untuk mengeruk keuntungan. Dibaca 5737 kali | 3 Komentar Rabu, 27 Agustus 2008 | 07:30 WIB Kota Lhasa bukan lagi ujung dunia yang misterius. Tibet bukan lagi atap dunia yang tak terjamah. Shangrila ini tidak lagi hidup dalam dunianya sendiri. Dibaca 4971 kali | 2 Komentar |
Advertorial
|