SMS Santet Diduga Persaingan Bisnis Tidak Sehat

Sabtu, 10 Mei 2008 | 16:01 WIB

JAKARTA, SABTU-Beberapa hari ini, pesan singkat (SMS) melalui telepon seluler beredar yang bernada santet. Isinya adalah "Info: kalau ada no hp 0866, 0666, 9846xxx atau nomor hp warna merah yang menelpon jangan diangkat. Di Jakarta, Batam dan Bengkalis ada yang mati garagara menerima telpon tersebut. Katanya lagi uji ilmu hitam".

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menduga ada praktik persaingan bisnis tidak sehat. "SMS ini bisa jadi bukan promosi untuk operator telepon seluler dimaksud, tapi sebaliknya persaingan yang tidak sehat. Sebab masyarakat yang percaya akan berpikir wah, tidak mau menggunakan nomor itu. Nah di sini kami menengarai ada peraingan bisnis yang tidak sehat. Kami masih menunggu dampaknya, kalau memang beasr akan kami selidiki," ujar Heru Sutadi kepada Persda Network, Jumat (9/5).

Nomor kode 0866 dan 0666 disebut-sebut merupakan nomor awal ponsel dari satu operator GSM pendatang baru yang gencar promo di dengan tarih murah. Ada pun nomor 9846xxx adalah operator ponsel swasta bertarif murah dan juga gencar promosi dengan teknologi code division multiple access (CDMA).

Sebenarnya, kata Heru, persoalan SMS bernada santet itu bukanlah ranah yang wajib diurusi BRTI. Namun karena meresahkan masyarakat, BRTI punya tanggung jawab moral memberi penjelasan. Secara teknologi, SMS atau telepon melalui telepon seluler tidak mengandung unsur mistik.

"Telepon seluler komsel ini tenologi canggih yang masuk logika, bukan hal-hal yang di luar akal. Mungkin pengirimnya bercanda saja, jadi saya minta masyarakat jangan resah," pinta Heru Sutadi.

Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi Perhubungan Basuki Yusuf Iskandar pun menyampaikan pendapat senada. "Saya sendiri tidak percaya informasi yang disampaikan melalui SMS itu. Tidak benar menurut saya, jadi masyarakt tidak perlu resah," ujar Basuki.

Agar masyarakat tidak semakin reah, semua pihak diminta justru tidak membuat isyu SMS tersebut menjadi heboh. Caranya, jangan dikirim ke orang lain. Dengan tidak mengirimkan kepada orang lain berarti masyarakat menganggapnya bukan sesuatu yang sungguh-sungguh. Dan cara itu sekaligus merupakan pembelajaran masyarakat.

"Tidak perlu diitanggapi serius, dan pemerintah tidak akan mengambil sikap serius untuk mengatasinya. Kalau pemerintah sampai serius, orang yang iseng tadi akan kesenangan," ujar Basuki sembari berharap media pun tidak ikut mem-blow-up informasi ini. (Persda Network/Domuara Ambarita)

A A A
komentar anda
ERY @ Senin, 12 Mei 2008 | 13:21 WIB
masih ada aja y dijaman seperti skrg ini yg sdh maju percaya gitu2an.wah kl persaingan y g sehat berarti perusahaan tsb jg tdk bagus dunk
asal @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:19 WIB
Takuuuut, kalau aku tanggapi, takut pulsaku ikutan habis, kirim info kesana dan kesini jadi matilah HP ku kalau pulsaku habis. Isu ini akan menguntungkan hampir semua oprator telp. karena orang orang yang terpengaruh akan ikutan latah kirim SMS atau telp. langsung ke orang lain. (Becik ketitik oloh ketoro)
nurcholis @ Senin, 12 Mei 2008 | 10:50 WIB
Masalah santet lewat SMS/telpon ga perlu percaya maut ,jodoh adalah urusan yang maha kuasa
abil_ae @ Senin, 12 Mei 2008 | 10:48 WIB
wah..tahun 2008 tu memang bener2 dah deket dengan free market ide... jadi menejemen pemasaran pun semakin unik dan menarik..so selamat yaa orang2nya axist...hehehe...
denny candradi @ Senin, 12 Mei 2008 | 10:12 WIB
Tidak perlu khawatir, ini isu bohongan dari orang yang menginginkan kondisi masyarakat resah. masyarakat di buat panik. sebaiknya tenang dan tdk perlu khawatir. Al Barkah
13 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Advertorial
FEATURE
Kamis, 3 Juli 2008 | 13:15 WIB
Internet Masuk Desa Bukan Impian Lagi
Teknologi Internet kini dapat dirasakan manfaatnya oleh penduduk di pelosok desa yang tak terjangkau listrik sekalipun.
Tutorial
Kamis, 3 Juli 2008 | 10:38 WIB
Cegah Gonta-Ganti Wallpaper
Tidak ingin orang lain seenaknya mengganti-ganti wallpaper yang sudah Anda pasang? Inilah triknya.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort