Bill Gates: Data Harus Bisa Diakses Semua Orang

Pendiri Microsoft yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates, memberikan kuliah umum betema Presidential Lecture Featuring Bill Gates di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat (9/5). Acara yang digelar Kadin Indonesia ini dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri sekitar 2500 orang peserta, terdiri dari para CEO, anggora DPR, pejabat pemerintah, perwakilan asosiasi bisnis, LSM, para rektor, dan mahasiswa dari 45 perguruan tinggi serta mitra pelanggan Microsoft. Fikria Hidayat (FIA) 09-05-2008
Jumat, 9 Mei 2008 | 12:01 WIB

JAKARTA, JUMAT – Dalam pidatonya di depan sekitar 2500 orang yang memedati Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (8/5), pendiri dan Chairman Microsoft, Bill Gates, menekankan pentingnya pengembangan teknologi agar informasi dapat diakses semua orang.  Hal tersebut merupakan fokus pengembangan komputer yang saat ini memasuki masa perkembangan dekade kedua.

Di awal perkembangannya komputer merupakan barang mahal dan hanya dapat diakses dan dimiliki perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah. Namun sejak diperkenalkan pertama kali tahun 1980-an dengan hardware dari IBM dan sistem operasi DOS dari Microsoft, komputer telah menjadi barang perorangan dengan angka penjualan hingga 1,1 miliar unit sampai tahun 2008.

Komputer tidak hanya semakin lekat sebagai barang pribadi namun juga makin cepat menjangkau lebih banyak orang. Bahkan, kemampuannya makin besar dengan perkembangan teknologi hardware khususnya mikroprosesor. Kemampuan chip berlipatganda setiap dua tahun dengan harga yang semakin murah.

Hal tersebut ikut mendorong kemajuan teknologi software. Dengan kemajuan teknologi hardware dan software yang sangat cepat, data dan informasi dapat diolah makin banyak dan makin cepat yang tidak mungkin dilakukan sepuluh tahun lalu.

“Genom manusia misalnya yang terdiri dari miliaran data, begitu banyak informasi. Tanpa revolusi hampir tidak mungkin data sebanyak ini dapat diolah,” ujarnya. Dengan teknologi yang ada saat ini, setiap hari informasi baru dapat dimasukkan dan dapat dianalisis untuk mempelajari sifat genetika, penyakit, dan penelitian genetika lainnya. Kolaborasi banyak pihka terhadap proyek semacam ini akan mempercepat riset pengembangan obat-obatan kanker, infeksi seperti malaria, AIDS, dan sebagainya.

Kemajuan internet juga turut mendukung agar informasi dapat tersedia di mana saja. Bill mencontohkan langkah MIT (Institut Teknologi Massachusetts) yang menyediakan semua kurikulum kuliah di Internet sehingga dapat dipelajari semua orang dairri belahan dunia manapun.

“Setiap mahasiswa akan dapat terhubung ke internet dengan komputer murah untuk mendapatkan materi kuliah, tidak perlu membawa-bawa buku teks,” ujar Bill Gates. Apalagi, saat broaband telah tersedia, siaran televisi akan terhubung ke internet dan orang dapat memilih video apapun yang tersedia melimpah.

Di sela-sela pidatonya, Bill gates mendemokan aplikasi buatan Microsoft yang menyediakan informasi ruang angkasa, objek-objek langit seperti planet dan galaksi yang ditampilkan secara interaktif. Aplikasi yang sangat berguna untuk mempelajari alam semesta memuat data-data yang dipasok dari berbagai database, antara lain teleskop Hubble, yang diperoleh selama bertahun-tahun.

Bill Gates menekankan data sebanyak itu dapat dikumpulkan dan diakses dari sebuah perangkat, dalam hal ini komputer karena perkembangan teknologi hardware dan software yang begitu pesat. Ia mengatakan data sebanyak itu tidak mungkin dikumpulkan dan diolah seperti ini sepuluh tahun yang lalu sejak komputer pertama kali diperkenalkan.

“Teknologi dapat melakukan pengumpulan data yang sangat besar dan data-data tersebut dikumpulkan bertahun-taun. Namun, hal yang terpenting adalah data tersebut dapat diakses siapa saja,” tandas Bil Gates. Komputer sebagai alat aksesnya telah berevolusi dari barang mahal mejadi perangkat terjangkau. Tantangannya sekarang bagaimana perkembangan software dapat menyediakan akses data yang banyak kepada setiap orang.

WAH

A A A
komentar anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Kamis, 4 September 2008 | 09:57 WIB
Google Maps for Mobile, Navigasi tanpa Ponsel GPS
Tidak punya ponsel GPS tapi ingin mencari alamat atau lokasi kafe via ponsel? Tak masalah. Gunakan saja aplikasi gratisan ini di ponsel Java Anda.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort