Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pintu 13 Terkunci, Panpel: Mohon Maaf, Oknum yang Menutup

Kompas.com - 08/10/2022, 07:00 WIB
Mochamad Sadheli

Penulis

KOMPAS.com - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris, memberikan keterangan terkait pintu di Stadion Kanjuruhan yang terkunci.

Abdul Haris memaparkan telah memberikan pengarahan (briefing) tentang pintu di stadion. Menurutnya, pintu harus terbuka 5-10 menit sebelum laga selesai, termasuk pintu 13.

Ketua Panpel Arema FC itu juga sudah berbicara dengan Security Officcer, Suko Sutrisno, agar membuka semua pintu sebelum laga.

Akan tetapi, video yang viral di media sosial menunjukkan pintu 13 terkunci dan membuat penumpukkan massa di area tersebut.

Baca juga: Teriakan Saudara Kami Dibunuh Warnai Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

"Begitu juga briefing Pak Suko, saya sampaikan ini laga big match tolong semua pintu terbuka," kata Abdul Haris di Kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022).

"Lima menit atau 10 menit pertandingan usai, pintu harus terbuka, itu sesuai dengan prosedur dan harus dilaksanakan," ujar dia.

Sementara menanggapi soal video yang sempat viral, Abdul Haris menekankan untuk melihat melalui CCTV yang terpasang.

"Jadi sesuai SOP, pintu itu semua harus terbuka. Kalau memang ada (pintu terkunci), mohon maaf, oknum yang menutup," terangnya.

Baca juga: Memutus Rantai Kekerasan Kepolisian Usai Tragedi Kanjuruhan

"Kan itu ada CCTV, di situ CCTV ada semua, mulai pertandingan, kick-off sampai pertandingan selesai ada. Silakan dibuka CCTV," tegas dia.

Abdul Haris Memiliki Saksi

Selama pertandingan hingga usai, Abdul Haris mengaku tak berada di lokasi pintu yang tertutup, melainkan di tengah.

Namun, dia tetap mendapat laporan dari Suko Sutrisno bahwa semua pintu telah terbuka.

"Laporan ke saya dari Pak Suko selaku Security Officer bahwa semua pintu dibuka. Tetapi ini sudah masuk dalam materi penyidikan, saya mohon maaf tidak bisa menyampaikan lebih lanjut," katanya.

Baca juga: Sambil Menangis, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan

Selain itu, masih kata dia, Manajer Arema FC, Ali Rifki mengatakan dirinya mendapatkan informasi dari salah satu penonton yang menyampaikan bahwa di menit ke-85 posisi pintu stadion masih terbuka.

"Tidak kebagian tiket belum masuk sampai menit 85, baru dia dapat tiket, dia lari, dia menyampaikan ke saya tadi, dia masuk ke stadion pintu masih terbuka," katanya. 

Akan tetapi, pintu stadion tertutup pada saat tragedi.

"Jadi kalau yang disampaikan sebelum peluit berakhir masih terbuka, saya dapat kesaksian dari suporter memang iya, tapi setelahnya tertutup," katanya.

Penulis: Nugraha Perdana | Editor: Pythag Kurniati

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com