Wan Hasmar, dari AirAsia ke Mandala
Airbus A-319 Mandala Airlines di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kaltim, Rabu (15/10).
Selasa, 13 Januari 2009 | 22:43 WIB

JAKARTA, SELASA — Mandala menginformasikan bahwa Wan Hasmar ditunjuk sebagai Direktur Teknik Mandala Airlines yang baru. Wan Hasmar akan bekerja langsung di bawah Chief Executive Officer (CEO) Mandala dan akan bertanggung jawab untuk seluruh aspek teknis dan perawatan pesawat Mandala. Wan Hasmar telah memiliki pengalaman dalam operasional dan perawatan pesawat untuk jenis pesawat Boeing dan Airbus. Demikian siaran pers Mandala kepada Kompas.com, Selasa (13/1).

Setelah bergabung dengan Mandala, Wan Hasmar akan bekerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC), sebagai perusahaan yang melakukan perawatan pesawat Mandala, untuk memastikan bahwa seluruh pesawat Airbus akan dirawat dengan baik sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Hal ini merupakan bagian dari komitmen investor dan manajemen untuk mentransformasi Mandala sebagai maskapai terdepan di Indonesia.

Selama 5 tahun, Wan Hasmar bekerja sebagai Director of Engineering di AirAsia Malaysia. Wan juga pernah menjadi Senior EVP untuk Business Development yang bertanggung jawab pada aspek operasional dan engineering maskapai penerbangan seluruh AirAsia. CEO Mandala Warwick Brady mengatakan pengalaman Wan akan memberikan kontribusi untuk Mandala agar terus dapat melakukan ekspansi. "Pengalaman dalam menangani berbagai aspek operasional dan mesin pesawat ini akan menjadi aset bagi tim manajemen dan kami sangat senang dengan kehadiran Wan sebagai bagian dari tim," katanya. 

"Selama hampir 2 dekade kariernya, Hasmar telah bertanggung jawab untuk mengatur perawatan pesawat dengan bermacam-macam jenis pesawat, untuk berbagai tipe pesawat pula di berbagai maskapai yang sedang berkembang dan dalam kondisi operasional yang sangat menantang," sambung Warwick.

Dalam bisnis penerbangan Tanah Air, Mandala melakukan penggantian jenis pesawat dari Boeing ke Airbus. Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat Airbus baru senilai 1,8 miliar dollar AS. Mandala berencana memensiunkan seluruh Boeing B737-400 sebagai bagian dari komitmen untuk mengoperasikan pesawat termuda pada tahun 2009.

Bagaimana dengan Wan sendiri? Menurut Wan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan dan mengimplementasikan keahlian teknis yang ia miliki serta bagaimana menerapkan kebijakan dan prosedur yang sangat penting bagi perawatan pesawat Airbus yang dimiliki Mandala.

"Saya menantikan untuk bisa bekerja sama dengan tim manajemen internasional dalam rangka memberikan komitmen tingkat keselamatan penerbangan yang tinggi, dapat diandalkan, dan tentunya dengan pelayanan yang tepat waktu bagi konsumen masyarakat Indonesia.  Pengalaman saya sebelumnya di Malaysia Airlines, AirAsia Malaysia dan Fly Asian Xpress akan memperkaya kontribusi saya bagi manajemen Mandala,” kata Wan Hasmar.

Wan Hasmar adalah teknisi bersertifikasi untuk pesawat Boeing dan Airbus dan memiliki gelar dari Inggris yaitu CAA engineering licenses untuk Airframe dan Engines. Ia memulai kariernya sebagai karyawan magang dan pada akhirnya memiliki Licensed Engineer untuk tipe B737-400 (Airframe dan Engine). Ia juga mendapatkan Air Service Training di Skotlandia dalam Airframe dan Engine dan mendapatkan lisensi dari Inggris di tahun 1991. Ia telah memperoleh beragam pelatihan untuk Boeing B737-200 Airframe dan Airbus tipe A330-300.

Tidak hanya itu, ia telah berpengalaman dalam berbagai engineering aspek mulai dari pengecekan perawatan pesawat untuk Line Maintenance sampai perawatan Heavy Maintenance. Ia telah memimpin tim untuk mengoperasikan seri Boeing series untuk Shaheen Air di Pakistan pada 1994 untuk wet lease. Ia juga mendapatkan kesempatan pada tahun 1996 untuk mengawasi pembuatan Boeing di Seattle USA untuk melihat produksi B777 dan B747-400 yang dipesan oleh Malaysia Airlines.


IMA
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16