SAMARINDA, SABTU- Rapat pleno KONI Kalimantan Timur, Jumat (9/1) kemarin cukup istimewa karena dipimpin oleh Ketua Umum KONI Kalimantan Timur, Suwarna, AF yang baru bebas setelah sekitar 2,5 tahun menjalani hukuman di LP Cipinang, Jakarta.
Suwarna bebas karena telah menjalani dua pertiga masa hukuman. Dia juga telah melunasi denda Rp 250 juta sesuai putusan kasasi tertanggal 7 Desember 2007.
Rapat pleno membahas pertanggungjawaban kepengurusan KONI 2003-2008 serta persiapan Musorprov (Musyawarah Olahraga Provinsi) 31 Januari 2009 dipimpin langsung oleh mantan Guberur Kaltim dua periode itu, (1998-2003 dan 2003-2008).
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menangkap Suwarna, AF pada 19 Juni 2006 terkait kasus korupsi pembukaan lahan sawit sejuta hektar. Dalam persidangan, Suwarna tidak terbukti memperkaya diri sendiri, namun tuduhan subsider (memperkaya orang lain) terbukti dan akhirnya divonis empat tahun penjara.
Hal cukup menarik lainnya, mantan gubernur itu keluar dari penjara hanya terpaut sehari dari pelantikan Gubernur Kaltim yang baru, yakni Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy yang digelar Rabu (12/12) pukul 08:00 Wita di gedung DPRD Kaltim.
"Mohon maaf saya agak kaku memimpin rapat, jadi harus latihan dulu," kata Suwarna yang disambut tawa peserta rapat pleno anggota KONI.
Dalam kesempatan itu, Suwarna mengaku senang bisa kembali ke Kaltim setelah sekitar 2,5 tahun harus menjalani kehidupan di balik terali besi.
Suwarna menyatakan penghargaan atas prestasi puncak KONI Kaltim, yakni melampaui target semula dari lima besar menjadi tiga besar pada PON XVII-2008 Kaltim. "Ibarat sebuah kapal, meskipun nahkoda sudah tidak ada namun awak kapal bisa tetap kompak sehingga kita meraih prestasi yang monumental," ujarnya.
Apalagi, imbuh dia, dari 116 medali emas yang diraih Kaltim, ternyata hampir 80 di antaranya diraih oleh atlet lokal, termasuk perak dan perunggu. "Atlet-atlet muda peraih emas, perak dan perunggu ini modal kita menghadapi PON XVIII-2012 di Riau. Tinggal bagaimana kita memoles atau membinanya, jadi butuh dukungan semua pihak," ujar Suwarna.
Warga kehormtan
Sebelumnya, pada rapat paripurna DPRD Kaltim memperingati HUT Provinsi Kalimantan Timur ke-54 pada 8 Januari 2009 di Samarinda, Suwarna menjadi salah satu dari tiga tokoh yang mendapat gelar "Warga Kehormatan" karena jasanya membangun Kaltim.
Jasa Swarna yang dianggap monumental, yakni membangun jalan Lintas Kalimantan di Kaltim, membangun masjid Islamic Center, yakni masjid megah dan terbesar di kawasan Asia Tenggara (memadukan tiga masjid terkenal dunia, Masjid Sofia di Turki, Masjid Nawabi di Madinah dan Masjid Putera Jasa di Malaysia) serta menggelar pekan olahraga nasional pertama di regional Kalimantan, yakni PON XVII-2008 Kaltim.
Selain Suwarna, tokoh lain yang mendapat anugerah karena jasanya membangun Kaltim adalah Tarmizi A Karim (mantan Pejabat Gubernur Kaltim, sebelumnya mantan bupati Aceh Utara dan staf ahli Depdagri) serta Prof Dr Ir Sambas Wirakusumah, MSc (mantan rektor Universitas Mulawarman Samarinda).