Bantul Siapkan Aturan Pendirian Tower Seluler
Jumat, 9 Januari 2009 | 18:14 WIB

BANTUL, JUMAT — Setelah diprotes warga, Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan dua opsi terkait pengaturan izin pendirian tower seluler. Opsi pertama, memasukkannya dalam izin mendirikan bangunan, atau opsi kedua, mengeluarkan peraturan bupati yang secara khusus mengatur izin pendirian tower.

Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul Suarman SW, Jumat (9/1) di kantornya, mengatakan, kedua model peraturan itu saat ini tengah digodok. Untuk IMB, telah disiapkan raperda perubahan IMB yang ditargetkan selesai akhir Maret nanti.

Peraturan bupati tinggal ditandatangani saja. Namun, belum ditentukan, opsi mana yang akan dipilih karena soal konsep pengaturan tower masih dibahas, apakah akan menggunakan sistem zona atau set plan. "Kalau pakai zona, berarti harus mengacu pada sistem administrasi wilayah sementara set plan mengacu kondisi geografis," katanya.

Menurut Suarman, pendirian tower nantinya akan diarahkan ke model tower bersama. Tujuannya supaya jumlahnya bisa dikurangi. Untuk tower yang sudah berdiri disarankan menggabungkan diri.

Selain membatasi jumlah, peraturan yang tengah digodok juga mengatur soal asuransi bagi warga di sekitar radius tower dan persetujuan warga sekitar sebelum tower didirikan. "Besarnya asuransi tidak kami atur secara khusus karena sangat tergantung dari kemampuan masing-masing operator. Izin warga juga sifatnya mayoritas, jadi bukan individual," katanya.

Hingga akhir Oktober 2008, jumlah tower di Bantul tercatat 194 buah dan 11 di antaranya belum berizin. Sebelumnya, warga Dusun Semail, Desa Bangunharjo, Sewon, sempat menolak pendirian tower setinggi 52 meter dengan alasan warga belum dimintai persetujuan. "Ke depan diharapkan, penolakan seperti itu tidak terjadi lagi," tambah Suarman.

Secara terpisah, Kepala Cabang Indosat Yogyakarta Teguh Prihanto mengatakan, pada prinsipnya konsep tower bersama sangat menguntungkan karena bisa menekan investasi. Namun, kendala utamanya adalah mencapai kesepakatan bersama antaroperator.

"Masing-masing menginginkan kualitas yang bagus. Makanya harus dipikirkan teknologi tower yang sangat memadai sehingga semua kepentingan bisa terakomodir," katanya.

 

 


Eny Prihtiyani
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4