JAKARTA, RABU — Dua perusahaan BUMN yaitu PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memperoleh dana penyertaan modal negara (PMN) masing-masing Rp 1 triliun dalam rangka program stimulasi pertumbuhan ekonomi 2009. "Alokasi PMN di kedua BUMN tersebut dalam rangka program pemerintah menggerakkan sektor riil," kata Sekretaris Menneg BUMN Muhammad Said Didu di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/1).
Said menjelaskan, PMN bagi ASEI dimaksudkan untuk memberi kemampuan perusahaan dalam menjamin aktivitas ekspor. Sedangkan, Jamkrindo untuk meningkatkan jaminan asuransi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Dana PMN untuk kedua perusahaan tersebut sudah masuk dalam APBN, atau bagian dari dana Rp 10 triliun dalam rangka stimulus ekonomi," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, sesuai rapat implementasi stimulus pertumbuhan ekonomi 2009 di Departemen Keuangan, pemerintah berharap program stimulus tersebut mengatasi penurunan ekspor, meningkatkan permintaan produk dalam negeri, menurunkan angka kemiskinan, termasuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Said, sesuai tugasnya ASEI dengan berbagai produknya diharapkan dapat melindungi (proteksi) pengusaha dalam menghadapi risiko pembayaran ekspor yang dihadapi para eksportir.
Sedangkan, Jamkrindo yang sebelumnya bernama Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU) bertugas menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang penjaminan kredit bagi Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah, serta Koperasi (UMKMK).
"Dengan penambahan PMN Rp 1 triliun untuk Jamkrindo diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nilai penjaminan KUR hingga sampai dengan Rp 20 triliun," katanya.
Sesungguhnya, ujar Said Didu, posisi Kementerian BUMN telah menjadi bagian dari program stimulasi ekonomi tercermin dari tugas-tugas yang diemban, seperti program subsidi pupuk.
Ia juga mencontohkan, pada sektor baja, pembebasan PPN bahan baku baja bagi industri baja dapat memberi stimulus bagi industri perkapalan, pesawat terbang, hingga instentif bagi pembangunan proyek infrastruktur pemerintah.
"BUMN secara langsung telah mendukung stimulus untuk mendorong sektor riil. Kementerian tidak langsung meminta stimulus, tetapi kalau mendapat penugasan akan dilaksanakan," ujarnya.