Mendingan Jualan di Dalam Negeri
Pekerja di bengkel industri berskala kecil di Jatiwarna, Bekasi, mengolah tali sepatu sisa dari produksi untuk ekspor, Senin (4/8). Tali sepatu tersebut dikirim ke industri sepatu di Sidoarjo, Bandung, dan kawasan Jabodetabek dengan harga Rp 20.000 per kilogram. Tali sepatu sisa produk ekspor itu didapat dari pabrik-pabrik sepatu di Tangerang.
Rabu, 7 Januari 2009 | 15:57 WIB

JAKARTA, RABU — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai kebijakan pemerintah untuk mencari pasar ekspor baru pada 2009 sulit untuk dilaksanakan. Ketua Kadin MS Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/1), mengatakan, dalam satu tahun rencana membuka pasar ekspor baru itu belum tentu dapat direalisasikan.
   
"Karena pasar yang baru itu harus juga diikuti dengan network untuk negara baru. Perbankan kita juga harus matching dengan perbankan di sana, itu tidak gampang," tuturnya.
   
Hidayat mengatakan, yang mendesak untuk dilakukan guna mencari pengganti pasar ekspor adalah menyerap produksi dalam negeri untuk pasar domestik. "Karena problem utama itu kinerja ekspor drop. Itu yang harus kita sikapi," ujarnya.
   
Pemerintah, menurut Hidayat, seharusnya fokus pada pasar domestik dan mendukung industri dalam negeri padat karya termasuk industri pendukung produk dalam negeri.
   
Selain pembukaan pasar ekspor baru yang sulit dilakukan pada 2009, Hidayat juga menilai penambahan pajak sulit untuk dilaksanakan.
   
Secara umum, Kadin menilai kebijakan pemerintah mengeluarkan stimulus pertumbuhan ekonomi pada 2009 sudah cukup baik, termasuk menanggung pajak penambahan nilai dan bea masuk. Stimulus ekonomi, menurut Hidayat, sebaiknya difokuskan pada industri padat karya yang menggunakan produk dalam negeri serta mempercepat proyek-proyek infrastruktur guna mengurangi tekanan ancaman pengangguran.
   
Hidayat berharap persyaratan yang diberlakukan pemerintah untuk mengeluarkan sitmulus ekonomi tidak terlalu ketat karena krisis keuangan global saat ini termasuk keadaan darurat yang penyebab awalnya bukan berasal dari dalam negeri.


XVD
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 1 A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
hadi @ Kamis, 8 Januari 2009 | 23:17 WIB
Pemerintah lebih suka memungut pajak setinggi
Minerva @ Kamis, 8 Januari 2009 | 09:30 WIB
Dengan turunnya BI rate suku bunga kredit juga akan turun. Pengangguran juga akan turun karena wirausahawan dapat menyediakan lapangan kerja. Namun bila kebijakan pemerintah tidak melindungi produksi domestik, ya percuma saja. Karena barang2 impor yang akan mendominasi.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
17