100 Tokoh Serukan PBB Hentikan Pembunuhan Massal di Gaza
Anak-anak Palestina yang kehilangan rumah akibat serangan Israel mengungsi di sekolah PBB di Gaza, Selasa (6/1).
Video
Rabu, 7 Januari 2009 | 11:59 WIB

JAKARTA, RABU — PBB diminta agar segera mengambil langkah yang signifikan untuk menghentikan aksi Israel yang sedang melakukan pembunuhan massal, sebagai akibat serangan membabi buta yang dilakukannya di Gaza.

PBB diminta segera memaksa Israel dengan segala cara untuk menghentikan segala bentuk serangan ke wilayah-wilayah Palestina dalam waktu segera, memfasilitasi bantuan kemanusiaan, dan mendorong dialog untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina secara permanen.

Demikian seruan dari sekitar 100 tokoh sipil yang tergabung dalam Masyarakat Madani Indonesia, kepada El Mostafa Benlamih, Kepala Perwakilan PBB, Rabu (7/1) di Jakarta.

Sejumlah tokoh yang mendatangi Kantor Perwakilan PBB, antara lain, Dien Syamsudin (MUI/PP Muhammadiyah), Prof. Komarudin Hidayat (Rektor UIN), AM Fatwa (MPR), Romo Beny (Perwakilan Katolik), Yuddy Chrisnandi (Partai Golkar), Irgan Chairil Mahfidz (PPP), Budiman Sujatmiko (PDI-P), Muktar Pakpahan (Partai Buruh), Hamdan Zoelva (PBB), Nathan Setiabudhi (PGI), Syafie Anwar (ICIP), Effendi Choirie (PKB), Moeryati Soedibyo (DPD), Rhoma Irama (Artis), dan tokoh-tokoh agama, intelektual, media, artis.

Seperti dilaporkan Mukhlis Yusuf, Dirut LKBN ANTARA yang turut menghadiri seruan keprihatinan tersebut, El Mostafa Benlamih, menyampaikan apresiasinya terhadap kedatangan para tokoh sipil itu dan berjanji akan menyampaikan langsung seruan tersebut kepada Sekjen PBB di New York.

Benlamih menyatakan semua unsur PBB juga merasakan keprihatinan hal yang sama, dan sedang melakukan daya upaya yang dapat dilakukan agar serangan itu segera dihentikan dan mendorong dialog untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di Palestina.

Benlamih menyatakan bahwa perang di Jalur Gaza bukanlah perang agama, melainkan konflik politik dan perang antara pihak yang kuat dan lemah.

Menurutnya, perang yang saat ini masih berlangsung itu telah melampaui batas-batas kemanusiaan. Pernyataan Benlamih ini menanggapi sejumlah seruan keras yang disampaikan sejumlah tokoh yang hadir.

Dalam pengantarnya, Dien Syamsudin mewakili seluruh tokoh yang hadir menyampaikan bahwa saat ini merupakan momentum bagi PBB untuk menjalankan peran yang dapat dilakukannya sebagai wadah berhimpunnya kepentingan bangsa-bangsa.
 
"Inilah momentum bagi PBB untuk membuktikan eksistensinya, bila tidak, maka PBB akan dilupakan dan dinilai perpanjangan tangan negara-negara kuat atau kepentingan lobi negara-negara tertentu", kata Dien.

"Perang ini telah melampaui batas-batas kemanusiaan, karena anak-anak dan perempuan yang tidak ikut berperang telah menjadi korban yang mengenaskan", kata Prof Komarudin Hidayat.

Pernyataan serupa disampaikan Budiman Sudjatmiko, politisi PDI-P, yang juga menyerukan agar PBB bersikap lebih keras terhadap Israel dan berlaku adil dalam menjalankan perannya, terutama perlindungan terhadap negara-negara yang menjadi korban dari negara-negara kuat. 


ONO
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 4.5 A A A
Ada 29 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Joker Nasrani @ Senin, 12 Januari 2009 | 02:38 WIB
Lupa ya sumber dana $ amerika kan dr yahudi, liat saja di lembaran uang kertas US$ ada lambang yahudinya kok,jd ya amerika setuju2 aja israel nyerang palestina,wong ada kepentingan nya juga kok si amrik itu. Sp PBB itu dbubarkan saja,krn telah gagal berhentikan israel menyerang palestina. Sy prihatin bgt melihat penderitaan rakyat palestina yg dhujani rudal2 israel,smoga mrk dlindungi TUHAN YME, AMIN.
Santoso @ Kamis, 8 Januari 2009 | 11:41 WIB
Mudah - mudahan PBB bisa menjalankan amanatnya. Amin
cici @ Kamis, 8 Januari 2009 | 11:38 WIB
prihatin?? bergerak dunks!!!
badriyah @ Kamis, 8 Januari 2009 | 11:32 WIB
kok para anggota PBB sepertinya mata hatinya sudah tertutup melihat para korban palestina.
ghazynur @ Kamis, 8 Januari 2009 | 09:24 WIB
Apa gunanya ada PBB , kalo g bs ngasih solusi ? lebih baik d bubarkan aja PBB itu
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25