TASIKMALAYA, TRIBUN — Aksi pencurian uang dengan modus pura-pura menjual obat dan memijit-mijit korbannya kembali terjadi di Kota Tasikmalaya, Selasa (6/1).
Kali ini yang menjadi korban adalah Hartati (20), karyawati warga Perum BRP. Uang sebesar Rp 5 juta raib diduga disikat kawanan tersebut saat naik angkot.
Sebelumnya, kasus tersebut menimpa Muslih (66), pensiunan guru warga Kampung Cipeusar, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu.
Uang sebesar Rp 11 juta yang baru diambil dari BRI Cabang Jalan Kalektoran disikat kawanan pencuri di dalam angkot 01 jurusan Awipari-Pasar Cikurubuk, 11 November 2008. Hingga kini polisi belum berhasil menangkap pelakunya.
Kasus yang menimpa Hartati terjadi sekitar pukul 14.00 ketika ia naik angkot 016 jurusan Pancasila-BRP untuk pulang ke rumahnya. Ia naik di Jalan Sutisna Senjaya sambil membawa uang Rp 5 juta di dalam tas warna coklat miliknya. Uang itu baru saja diambil dari sebuah bank.
Tak lama angkot berjalan, sejumlah lelaki naik dan salah seorang di antaranya duduk di samping korban. Dua lelaki yang duduk di depan korban kemudian menawari obat sejenis param kocok.
Korban sempat menolak, tapi kawanan malah makin mengintensifkan aksinya.
Tangan korban mulai dipijit-pijit yang sudah tentu membuat korban berontak. Kawanan lantas melepas tangan korban dan beberapa saat kemudian ketiganya meminta turun.
Kepada polisi yang menerima pengaduannya, korban mengaku sempat lega setelah kawanan yang dikira tukang obat itu turun. Namun, betapa terkejutnya ia ketika turun dan akan membayar angkot, uang Rp 5 juta yang disimpan di dalam tas sudah tidak ada lagi.
Kabagops Polresta Kompol Yono Kusyono mengatakan, jajarannya langsung menyebar di lokasi tempat turunnya kawanan. Namun, sejauh ini belum menemukan titik terang. (Tribun Jabar/stf)