Sultan HB X: Saya Tidak Butuh Reformasi
Para pendukung Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyambut lima pejalan kaki yang berasal dari Yogyakarta di rumah Sri Sultan X, Jalan Suwiryo Nomor 37, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/1). Perjalanan yang menempuh rute yang sama saat Sultan Agung menyerang Batavia (saat ini bernama Jakarta) bertujuan untuk mensosialisaikan pencalonan Sultan sebagai Presiden 2009 mendatang.
Selasa, 6 Januari 2009 | 21:22 WIB

JAKARTA, SELASA - Calon presiden pada pemilihan umum (Pemilu) 2009 Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dirinya tidak membutuhkan reformasi jika terpilih menjadi presiden Indonesia. Yang dibutuhkan, kata Sultan, adalah restorasi atau penataan kembali kehidupan berbangsa dan berbegara.

Menurut kader Partai Golkar ini, pemerintah pusat saat ini kurang memerhatikan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah. Akibatnya, masih banyak daerah-daerah yang hingga sekarang masih tertinggal. "Padahal yang memiliki Indonesia adalah orang-orang daerah, karena negara Indonesia terdiri dari berbagai etnik. Maka itu, pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan potensi daerah agar berkembang," ujarnya pada acara Silaturahmi Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Selasa (6/1) di Jakarta.

Sultan melanjutkan, pemerintah Indonesia harus lebih dapat menggunakan hasil-hasil sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. Namun, yang terjadi saat ini adalah kekayaan laut Indonesia dikuras, hutan digunduli, dan bumi terus digali, tapi hasilnya malah menyejahterakan perekonomian negara lain.

Sultan, yang malam tersebut didampingi oleh Kanjeng Ratu Hemas, juga mengkritisi pemerintah yang masih menggunakan uang negara untuk membayar utang pemerintah. "Padahal, peruntukan utang tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk rakyat. Pemerintah hingga kini tidak bisa membedakan antara aset negara, pendapatan negara, dan pendapatan pemerintah," ujarnya.

Sultan, dalam kesempatan tersebut, kembali menegaskan alasannya maju ke dalam pilpres 2009. "Saya banyak mendapatkan dukungan dari teman-teman di daerah, seperti Sumatera, Sulawesi, hingga Papua, yang meminta saya untuk maju (jadi capres). Saya bilang ke mereka bahwa saya bersedia," ujarnya.

Sultan menegaskan, kekuasaan bukanlah hal untuk diperebutkan, namun sebagai amanat yang dapat digunakan untuk menyejahterakan rakyat.


HIN
Share on Facebook
Nilai 4 A A A
Ada 16 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
rifki @ Sabtu, 10 Januari 2009 | 13:21 WIB
Ah teori. Jogja aja gak maju tuh.
papuan @ Jumat, 9 Januari 2009 | 16:45 WIB
Bapak Sultan Maju saja pendukung Bapak Paling Banyak alumi-alumi Yogyakarta yang tersebar diseluruh Nusantara ini sangat mendukung dan kompak slalu. Papuan
erwien hindarto @ Rabu, 7 Januari 2009 | 20:16 WIB
buat erwien sama sekali tidak pantas sultan jadi calon presiden.jadi gubernur saja sudah cukup.biar indosat kembali ke singapore.
Siti Zahro @ Rabu, 7 Januari 2009 | 16:05 WIB
Apa bisa, restorasi bangsa dilakukan hanya dengan pidato2 jelang pemilu saja,dulu2 kok gak pernah ngomong yang ginian. Bingung kita Pak.
Paul Mc @ Rabu, 7 Januari 2009 | 14:36 WIB
saya setuju terhadap sultan. Pemerintah harus ditata ulang, jangan terus bilang reformasi klo ga da artinya
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1