Banjir Rusak 468 Hektar Lahan
Selasa, 6 Januari 2009 | 19:19 WIB

TENGGARONG, SELASA — Banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam merusak 468 hektar lahan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Banjir hingga dua meter yang menerjang 9 dari 18 kecamatan sejak pertengahan Desember lalu menunjukkan gejala surut di sejumlah daerah.

Menurut data Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (6/1), sebanyak 467 hektar lahan rusak berada di Kecamatan Kembang Janggut, satu hektar lainnya di Kecamatan Muara Muntai. Banjir merusak tanaman padi, ladang, dan pisang yang telanjur dipelihara warga.

Satlak PB menyatakan, banjir menggenangi 9 kecamatan yang berpenduduk 202.211 jiwa. Banjir menerjang 22.798 jiwa atau 8.927 keluarga warga Sebulu, Muara Wis, Muara Kaman, Muara Muntai, Kotabangun, Kembang Janggut, dan Kenohan. Namun, banjir tidak sampai menerjang permukiman warga Tabang dan Tenggarong Seberang.

Sekretaris Pelaksana Harian Satlak PB Darmansyah didampingi staf Herlambang mengatakan, banjir kian surut di Tabang dan Tenggarong Seberang. "Ketinggian banjir turun 50 sentimeter saat pagi, tetapi sore atau malam akan naik lagi cuma beberapa sentimeter," katanya.

Untuk meringankan penderitaan korban banjir, lanjut Darmansyah, pemerintah telah menyalurkan 25,9 ton beras, 2,7 ton gula pasir, dan 2.773 kardus penuh berisi mi instan, dan 3.782 plastik berisi minyak goreng.


BRO
Share on Facebook
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
nurhana @ Rabu, 7 Januari 2009 | 10:47 WIB
hutan rusak... tambang berserakan.... kupas lahan sana sini. pejabat daerah bancakan kuasa tambang... rakyat susah... cuma kebagian banjir dan air keruh saja... hiduplah indonesia raya..... [ironis]
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
5