TENGGARONG, SELASA — Banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam merusak 468 hektar lahan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Banjir hingga dua meter yang menerjang 9 dari 18 kecamatan sejak pertengahan Desember lalu menunjukkan gejala surut di sejumlah daerah.
Menurut data Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (6/1), sebanyak 467 hektar lahan rusak berada di Kecamatan Kembang Janggut, satu hektar lainnya di Kecamatan Muara Muntai. Banjir merusak tanaman padi, ladang, dan pisang yang telanjur dipelihara warga.
Satlak PB menyatakan, banjir menggenangi 9 kecamatan yang berpenduduk 202.211 jiwa. Banjir menerjang 22.798 jiwa atau 8.927 keluarga warga Sebulu, Muara Wis, Muara Kaman, Muara Muntai, Kotabangun, Kembang Janggut, dan Kenohan. Namun, banjir tidak sampai menerjang permukiman warga Tabang dan Tenggarong Seberang.
Sekretaris Pelaksana Harian Satlak PB Darmansyah didampingi staf Herlambang mengatakan, banjir kian surut di Tabang dan Tenggarong Seberang. "Ketinggian banjir turun 50 sentimeter saat pagi, tetapi sore atau malam akan naik lagi cuma beberapa sentimeter," katanya.
Untuk meringankan penderitaan korban banjir, lanjut Darmansyah, pemerintah telah menyalurkan 25,9 ton beras, 2,7 ton gula pasir, dan 2.773 kardus penuh berisi mi instan, dan 3.782 plastik berisi minyak goreng.