Fiskal Bikin TKI "Mahal"
Salah satu dari delapan jenazah TKI yang tewas saat kapal tongkang yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Port Klang Selat Malaka Selasa lalu tiba di terminal Cargo Bandara Polonia, Medan. Saat peti dibawa masuk ambulan oleh keluarga, Minggu (5/10).
Selasa, 6 Januari 2009 | 19:13 WIB

KUALA LUMPUR, SELASA — Rupanya, Malaysia mulai berhitung soal kebijakan baru fiskal Indonesia. Paling tidak, seturut pandangan Presiden Asosiasi Pemasok Pembantu Rumah Tangga Malaysia Zulkepley Dahalan pada Selasa (6/1), kebijakan pembayaran fiskal Rp 2,5 juta per orang bagi warga negara Indonesia yang tidak mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang akan bertolak ke luar negeri melalui bandar udara atau Rp 1 juta untuk keberangkatan melalui jalur laut bakal membuat mahal biaya membayar gaji Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Menurut Zulkepley pula, pada sisi lain, kebijakan itu juga bakal meningkatkan jumlah pekerja ilegal asal Indonesia di Negeri Jiran. Soalnya, para pekerja mesti membayar makin mahal kalau masuk ke Malaysia melalui jalur resmi.  


XVD
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
hendra @ Rabu, 7 Januari 2009 | 19:07 WIB
lah JOKO, kan TKI gak punya NPWP. Jadi musti bayar dong..... emang tu yg bikin peraturan gak mikir.. Ntar TKInya gak laku devisa nya berkurang dong. MIKIR buat kedepan minimal 5 tahun gitu. jangan cuma buat 2 tahun??????
andre @ Rabu, 7 Januari 2009 | 14:47 WIB
TKI bebas fiskal kalo punya NPWP, banyak yg bisa dicapai dengan adanya NPWP itu, penerimaan negara terjamin, WNI dapat terlacak keberadaannya dll. Saya sangat setuju dengan kebijakan ini. Suatu saat bisa ditingkatkan menjadi nomor Social Security
dewo @ Selasa, 6 Januari 2009 | 21:17 WIB
bukan mkin mhl bos.makin tercekik
jowo @ Selasa, 6 Januari 2009 | 21:15 WIB
bukan tmbh mahal bos..tmbh beban tmbh nyekik gk smus tki gj mahal
joko @ Selasa, 6 Januari 2009 | 20:10 WIB
lho tki itu khan mendatangkan devisa buat negara, kenapa lagi harus bayar fiskal???? nggak ngarti nggak ngarti deh gue..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16