Nasabah Datangi Kantor Sarijaya

Selasa, 6 Januari 2009 | 15:57 WIB

JAKARTA, SELASA — Kasus penyalahgunaan rekening efek nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang dilakukan oleh Komisaris Utamanya menuai kekhawatiran para nasabahnya. Puluhan nasabah SPS mendatangi kantor SPS yang beralamat di Gedung Permata Bank di bilangan Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta, Selasa (6/1).

Salah seorang nasabah yang mengaku bernama Tommy merasa kesal oleh perlakuan manajeman SPS yang tidak secara profesional menjelaskan pokok permasalahan dan rencana penyelesaian kasus ini. "Tidak ada direksi yang mau menemui kami," sesalnya.

Ia mengaku telah datang ke kantor SPS sekitar pukul 11.00. Namun, ia bersama dengan nasabah lainnya hanya ditemui oleh staf SPS yang berusaha menenangkan mereka.

"Saya tidak puas, saya akan tunggu sampai direksi bertemu kami," ucapnya dengan nada tinggi. Kekesalan Tommy pantas dimaklumi karena respons yang diberikan oleh manajemen SPS tidak menjelaskan apa-apa. Malah petugas keamanan SPS berusaha menghalang-halangi para nasabah yang ingin masuk ke ruangan kantor direksi yang terletak di lantai 6 dan hanya disuruh menunggu di ruang tunngu yang terletak di lantai 3A.

Tommy mengaku telah menjadi nasabah SPS sejak dua tahun yang lalu. Investasi yang ia tanamkan pun tak kurang dari Rp 500 juta. (KONTAN)


Yuwono Triatmodjo
Share on Facebook
Nilai 4 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Jacob @ Senin, 1 Juni 2009 | 16:08 WIB
Kok tidak ada kejelasan sampai sekarang, bagaimana mungkin dana semua orang tidak dibalikan ....
carlos @ Jumat, 13 Februari 2009 | 11:28 WIB
perusak bisnis....harus di sikat dan di bikin jera....hukum indonesia dan pengawas bisnis harus tegas terhadap upaya pencurian secara sistem ....agar kelak indonesia dimata dunia baik!
carlos @ Jumat, 13 Februari 2009 | 11:22 WIB
perusak bisnis....harus di sikat dan di bikin jera....hukum indonesia dan pengawas bisnis harus tegas terhadap upaya pencurian secara sistem ....agar kelak indonesia dimata dunia baik!
juarsa @ Rabu, 7 Januari 2009 | 11:56 WIB
weleh-weleh, hancurlah kepercayaan masyarakat buat perusahaan sekuritas dan futures, tega nian kau "sari" yang tidak "jaya"
ali @ Selasa, 6 Januari 2009 | 23:26 WIB
sudah berkali2 terjadi penipuan seperti ini, apakah indonesia adalah sorga bagi penipuan di sekuritas, dan bagaimana pengawasan bapepam (apkah kerjanya hanya tidur setelah terjadi penipuan baru bangun) ? kemarin antaboga lalu sari jaya, besok saya yakin adalah lagi, habis hukumnya enteng banget (kalau ada kesempatan pengen juga ahh)
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
18