Baru 3 Kampus IPDN Regional yang Siap Beroperasi
Selasa, 6 Januari 2009 | 14:58 WIB

SUMEDANG, SELASA — Dari empat kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri regional yang akan dioperasikan pada tanggal 12 Januari 2009, baru tiga daerah yang dinyatakan siap yaitu Kampus Bukittinggi di Provinsi Sumatera Barat, Kampus Pekanbaru di Provinsi Riau, dan Kampus Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.

Itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto seusai melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Pendidikan IPDN Kampus Daerah di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/1). Kampus IPDN regional di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, baru akan dioperasikan pada semester berikutnya atau sekitar pertengahan bulan Januari 2009.

"Itu dimaksudkan agar daerah yang bersangkutan bisa memantapkan persiapan penyelenggaraan pendidikan kedinasan," ujar Mardiyanto.

Keputusan penundaan itu sendiri berdasarkan laporan dari kepala daerah maupun yang diwakilkan datang dalam rakor tersebut. Salah satu tujuan dari pemisahan universitas ke berbagai daerah untuk mengurangi beban tampung kampus IPDN serta untuk mengurangi potensi terjadinya kasus kekerasan yang kerap terjadi.


Didit Putra Erlangga Rahardjo
Share on Facebook
Nilai 3 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ARTIKA @ Jumat, 20 Februari 2009 | 11:30 WIB
TETAP SEMANGAT yach...
Dudi Alexander @ Senin, 9 Februari 2009 | 16:37 WIB
Wah..........gara2 tindakkan kekerasaan jadi hancur STPDN. mana kebersamaan Purna dikampus kesatriaan STPDN???
afi dtx @ Kamis, 15 Januari 2009 | 09:13 WIB
apakah para praja yang baru mengikuti pendidikan di IPDN ini menerima gaji seperi angkatan angkatan sebelumnya.......?
HUTAPEA @ Selasa, 6 Januari 2009 | 19:12 WIB
Kapan siapnya ???
nyea @ Selasa, 6 Januari 2009 | 15:12 WIB
manado kalo belum siap jgan ngajuin diri dunk,,,,,,,,,,,, jatah ntb mana neh????????
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1