JAKARTA, SELASA — Departemen Perindustrian (Depperin) menargetkan, realisasi penyerapan anggaran dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2009 sebesar 96,14 persen dengan nilai mencapai Rp 1,695 triliun, target tersebut meningkat 8,14 persen dari tahun 2008 yakni 88 persen.
Target realisasi anggaran Depperin tahun 2009 berdasarkan unit Eselon I ini disampaikan Sekjen Depperin Agus Tjahajana dalam sosialisasi Rencana Pelaksanaan DIPA 2009 kepada pegawai Departemen Perindustrian di Jakarta, Selasa (6/1).
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam sambutannya pada penyerahan DIPA 2009 Depperin mengatakan, dalam laporan tutup tahun Menko Perekonomian disebutkan penyerapan anggaran tahun 2008 mencapai 96,2 persen. Penyerapan DIPA 2008 Depperin sendiri mencapai 77 persen, sedangkan target penyerapan mencapai 88 persen.
Tidak tercapainya target penyerapan tersebut, menurut dia, dipengaruhi beberapa faktor internal dan eksternal. Lambatnya pelaksanaan program sehingga menghambat penyerapan anggaran dan masih banyaknya daftar isian yang dibintangi merupakan penghambat dari penyerapan DIPA 2008.
Ia meminta agar seluruh pegawai Depperin melaksanakan setiap program yang telah disetujui bersama antara pemerintah dan DPR. Program harus dapat dilaksanakan dengan baik dan pelaksana program selalu berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya agar kesalahan tidak terulang lagi.
Ia menambahkan bahwa ketepatan waktu penyelenggaraan anggaran juga menjadi satu upaya untuk menciptakan sistem tata kelola keuangan pemerintah yang baik.
Dalam hal tertib administasi, Fahmi mengatakan, apa yang diraih Depperin tahun 2008 lalu cukup menggembirakan. Status keuangan Depperin yang meningkat menjadi "Wajar dengan Pengecualian" memperlihatkan adanya perubahan positif karena sebelumnya status keuangan tidak dapat diperiksa terkendala berbagai masalah.
"Saya minta ada peningkatan status menjadi ’Wajar tanpa Pengecualian’. Ini bisa dilakukan jika dilakukan dengan metode yang tepat dan dukungan dari seluruh pegawai departemen," kata Fahmi.
Guna meningkatkan penyerapan DIPA 2009, Fahmi meminta pegawai Depperin untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan menguasai teknologi terbaru terkait sektor industri, bekerja lebih efisien dan disiplin untuk merubah birokrasi menjadi lebih baik, melaksanakan 5K (kemauan, kemampuan, kedisiplinan, kejujuran, dan kebersamaan).
Tahun 2009, anggaran Depperin mencapai Rp 1,763 triliun dan anggaran tertinggi diberikan kepada Ditjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) yakni sebesar Rp 445,636 miliar.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) mendapat anggaran sebesar Rp 79,379 miliar, Setjen mendapat Rp 352,028 miliar, Ditjen Industri Kecil Menengah (IKM) mendapat Rp 376,2002 miliar, Itjen mendapat Rp 18,517 miliar, Ditjen Industri Agro dan Kimia (IAK) mendapat Rp 169,767 miliar, sedangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) mendapat Rp 321,448 miliar.