Lagi, Filipina Alami Penurunan Inflasi
Selasa, 6 Januari 2009 | 12:17 WIB

MANILA, SELASA — Inflasi Filipina turun menjadi 8,0 persen pada Desember 2008, terutama disebabkan penurunan tajam harga bahan bakar, pemerintah mengatakan, Selasa (6/1). Namun, tingkat inflasi tahunan untuk 2008 adalah 9,3 persen, demikian Kantor Statistik Nasional Filipina (NSO) mengatakan dalam sebuah pernyataannya.
    
Disebutkan, inflasi tersebut lebih tinggi 2,8 persen yang dicapai pada setahun sebelumnya karena pengeluaran untuk makanan dan minyak mentah melonjak pada enam bulan pertama 2008.
    
Angka Desember suatu peningkatan pada 9,9 persen yang dicapai pada November—pertama kalinya inflasi mencapai satu digit untuk enam bulan—tetapi secara signifikan lebih tinggi ketimbang 3,9 persen pada November 2007.
    
Inflasi inti, tempat tidak termasuk berbagai jenis makanan dan energi, turun lagi menjadi 7,3 persen pada Desember dari 7,9 persen pada November.
    
Ini membawa inflasi inti rata-rata tahunan ke tingkat 6,2 persen. Inflasi Filipina mencapai puncaknya dalam 17 tahun pada angka 12,5 persen Agustus 2008 karena harga minyak dan makanan—terutama beras—meroket.
    
Minyak mentah melambung hingga di atas 147 dollar AS per barrel pada Juli, yang telah berpengaruh terhadap harga makanan dan juga transportasi, sebelum menurun tajam di bawah 50 dollar saat ini.
    
Penurunan inflasi ke angka tunggal pada November menyusul bank sentral secara agresif menurunkan tingkat suku bunga dengan 50 basis poin Desember lalu.


XVD
Sumber : Ant
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16