JAKARTA, SELASA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan seluruh situasi ekonomi masih dapat diatur dan dikendalikan secara baik dan konstruktif, meskin di akhir tahun ini.
Pernyataan Presiden Yudhoyono itu disampaikan kembali oleh Pelaksana Tugas Menko Perekonomian yang dirangkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan pers, seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (30/12) sore.
Dalam ratas tersebut, hadir sejumlah menteri di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekertaris Negara Hatta Radjasa dan lainnya.
"Diharapkan, kita akan tetap waspada walaupun dalam suasana libur sekarang ini dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang akan kita siapkan pada awal tahun. Kebijakan ini, nanti di awal tahun, pada saatnya segera akan kami sampaikan kepada publik," tambah Sri Mulyani tanpa merinci kebijakan apa saja yang akan diumumkan itu.
Lebih jauh, Sri Mulyani mengatakan, Presiden Yudhoyono dalam ratas mendadak tersebut memang memanggil beberapa menteri untuk mengecek serta mengevaluasi kondisi yang dihadapi pemerintah di akhir tahun dan anggaran keuangan akhir tahun pasca krisis keuangan global.
Presiden menginginkan langkah-langkah ke depan yang dihadapkan pada situasi seperti saat ini, yang terjadi termasuk peran dari harga minyak yang sudah stabil, meskipun masih naik turun lima sampai tujuh dollar AS setiap saat.
"Sekarang ini, harganya masih ada di kisaran 40 dollar AS. Kami juga melakukan evaluasi paket paket yang akan diumumkan pada awal tahun terutama mengantisipasi situasi 2009," kata Sri Mulyani.
Dikatakan Sri Mulyani, dirinya akan menutup bursa saham Indonesia (BEI). Selanjutnya, Presiden Yudhoyono akan membuka kembali bursa saham pada tanggal 5 Januari 2009.