GRESIK, SENIN - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Senin (29/12), mengambil sampel lumpur Lengowangi 2 di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas Gresik. Ada tiga anggota Tim BPLS yakni Khusairi, Ahmad Zulkarnain dan Dodie Irmawan.
Namun Tim BPLS tidak bisa mengambil sampel di lokasi sumur Lengowangi 2 karena alat safety untuk masuk terpakai semua. Akhirnya pihak Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java mengambilkan sampel lumpur di dekat rig pengeboran.
Selain itu, dengan menggunakan multy detector gas, Tim BPLS mengetes kandungan semburan dari sumur tua di dekat Jalan Raya Mayjend Sungkono sekitar 100 meter dari rig. Dari alat itu diketahui bahwa lumpur di Lengowangi 2 masuk kategori low explosive limited atau tidak membahayakan.
"Lumpur ini mengandung 20 persen hidrokarbon dan masih dalam ambang batas aman," kata Dodie. Lumpur yang menyembur di Gresik itu tidak panas dan tidak disertai gas.
Semula ada dugaan keluarnya semburan lumpur di sumur Lengowangi 2 karena adanya tekanan besar dari dalam. Tekanan itu terhalang lapisan-lapisan tanah, yang keluar jika terjadi rekahan atau krek.
Sementara itu pantauan Kompas, penampungan lumpur di dekat rig semakin diperlebar dan ditinggikan hingga setinggi sekitar 1,2 meter. Petugas JOB juga masih siaga di tepi tebing di Lapangan Kower agar warga tidak terlalu dekat melihatnya.