Lebih dari 2 Triliun Ton Es Kutub Mencair
Es di Greenland yang kian menyusut karena pemanasan global
Senin, 29 Desember 2008 | 16:20 WIB

LEBIH dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global.

"Antara Greenland, Antartika, dan Alaska, pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir," kata Scott Luthcke, geofisikawan NASA.

Dari pengukuran tersebut, lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. Selama lima tahun, es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Bahkan menurut Luthcke, pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat.

Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Pada tahun 1990-an, pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti.

"Namun, saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun," kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. “Pencairan terus memburuk. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. Tidak ada perbaikan yang terjadi,” lanjut Zwally.

Para ilmuwan NASA mempresentasikan temuan baru mereka pada konferensi American Geophysical Union di San Fransisco minggu lalu. Dengan menganalisis perubahan iklim, secara umum para ilmuwan akan melihat yang terjadi beberapa tahun untuk menentukan tren secara keseluruhan.


HIN
Sumber : LIVESCIENCE
Share on Facebook
Nilai 4.46 A A A
Ada 25 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sigit @ Selasa, 12 Mei 2009 | 06:23 WIB
Peluang bisnis yang bagus, bikin perahu karet. jadi orang2 jakarta selain punya mobil mewah yang bakal engga kepake lagi,beli perahu karet yang kuat barang lima/enam biji. tinggal 3 tahun lagi 2012 jakarta kelelep. engga guna lagi punya sedan ini itu.
datuk @ Selasa, 12 Mei 2009 | 06:20 WIB
2 triliun ton tuh jadi berapa liter ya, welehweleh, kerendem dah semua pinggir pantai. bener juga kalau yang dibaca diwebnya Inca 2012, banyak yang mengerikan,cobalah tune webnya. aku sih udah baca, lha pulau jawa aja engga ada lagi dimap,cuma kalimantan,australia,amerika cuma seperempatnya yang tinggal. 3 tahun lagi lho.
hiyu @ Selasa, 12 Mei 2009 | 06:17 WIB
bentar lagi 2012,makanya buru2 jual2in rumah didekat pantai,pindah ketempat yang tinggian Bogor/Bandung/Malang dlsb,percaya deh nanti engga berharga lagi,lha pulau jawa aja engga ke lihatan dipeta lagi, baca diweb Inca 2012.
Keny @ Senin, 27 April 2009 | 08:44 WIB
tidak ada yg perlu disesali ata semua yg terjadi, ini semua akibat dari ulah kita sendiri umat manusia, sekarang inilah hasilnya.. jgn disesali.. mungkin memang ini juga jalan yang telah ditentukan oleh YangMahaKuasa.. ini adalah akhir zaman.. berbenah diri lah kita!
Sour Sally @ Senin, 20 April 2009 | 12:23 WIB
sedihnya!.. huhu
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
44