Markplus: SBY Terkuat, Golkar Terpopuler
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Video
Selasa, 23 Desember 2008 | 13:35 WIB

JAKARTA, SELASA — Survei politik yang dilakukan oleh Indonesia Political Marketing Research (IPMR), salah satu anak perusahaan Markplus Insight selama bulan November, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan kandidat presiden terkuat dibandingkan dengan calon lain, seperti Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sutrisno Bachir, Amien Rais, Wiranto, Jusuf Kalla, Hidayat Nurhidayat, dan Abdurrahman Wahid.

Menurut survei yang melibatkan 16.800 responden yang tersebar di 77 daerah pemilihan (dapil) di Indonesia ini, ketika responden ditanya capres yang akan dipilih pada Pemilihan Umum 2009, 35,5 persen secara langsung menyebut SBY, lalu diikuti oleh Megawati, Prabowo, Sri Sultan, dan Sutrisno, masing-masing 15,2 persen, 9,2 persen, 6,4 persen, dan 1,4 persen.

"Berdasarkan survei, SBY dan Megawati merupakan tokoh lama yang memiliki kans yang paling besar untuk maju sebagai Capres 2009 karena memiliki basis popularitas partai politik yang cukup kuat," ujar Chief Executive Associate Partner Markplus Insight, Taufik, pada jumpa pers mengenai "Political Tracking Research untuk Pileg dan Pilpres 2009", Selasa (23/12) di Markplus Institute of Marketing Campus, Jakarta.

Sementara itu, untuk parpol terpopuler, Golkar menduduki posisi teratas, diikuti oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Amanat Nasional, masing-masing 22 persen, 20,22 persen, 16 persen, 8,9 persen, dan 7,8 persen.

Untuk kandidat cawapres, Jusuf Kalla menempati posisi teratas, disusul oleh Agung Laksono, Gus Dur, Hidayat Nurwahid, dan Sri Sultan, masing-masing 9,4 persen, 8,5 persen, 7,2 persen, 4,3 persen, dan 4 persen. Sedangkan 41,8 persen di antaranya menyatakan tidak tahu.

IPMR juga, kata Taufik, meneliti prediksi tingkat partisipasi pemilih pada pemilu anggota legislatif dan presiden 2009. Hasilnya, 69 calon pemilih menyatakan akan ikut menggunakan hak pilihnya, 5 persen menyatakan golput (golongan putih), dan 26 persen masih belum memutuskan.


HIN
Share on Facebook
Nilai 3.2 A A A
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sumsum @ Kamis, 1 Januari 2009 | 13:47 WIB
Sebagai wanita, saya sangat ingin Indonesia dipimpin seorang Presiden wanita, yang jujur, kuat, perkasa dan cerdas otaknya. Jadi? Tentu saja bukan Mega.
Sandia @ Kamis, 1 Januari 2009 | 13:41 WIB
Pilihanku, SBY dan Amin.
agung @ Jumat, 26 Desember 2008 | 17:09 WIB
saya rasa pak SBY masih sangat cocok jadi pemimpin kita ke depan untuk keamanan dan keseriusan untuk membrantas korupsi
daniss @ Rabu, 24 Desember 2008 | 23:02 WIB
Itu suvey punya Kepentingan partai tertentu dan khusud memenangkan mega atao SBY .Kalau aku ikut diservey (mega atau SBY ) Golkar dan PDI-P juga tidak ku pilh.pilihanku Sutrisno ato PAK AMIN . PKS Atau PAN
edharlds @ Rabu, 24 Desember 2008 | 21:44 WIB
siapapun presiden nya, harga sembako tetap mahal, kurs rupiah tetap lemah, harga minyak merajalela, hutang negara tetap ada.........
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1